Saturday, January 3, 2026

30 Hari Bercerita 2026




Ada tambahan tiga buku baru yang masuk ke rak PapermoonPages Library ✨💞 Yeaaayyy! Alhamdulillaaahh...

Ini buku preloved yang kubeli di pasar buku Blok M tanggal 25 Des kemarin. Judul lama, memang, tapi kupikir masih banyak peminatnya. Banyak kutemukan pembaca yang tidak selalu mencari bacaan terbitan baru. Ada yang ingin bernostalgia dengan bacaan terbitan lama yang mungkin pernah dibaca, atau sekadar ingin menikmati buku-buku terbitan lama yang  belum pernah dibaca tapi viral lagi akhir-akhir ini.

Novel Ayat-ayat Cinta pertama kali kubaca di perpus SMA. Waktu itu filmnya sedang tayang di bioskop dan sedang naik daun (yhaaa ketauan deh usiaku haha) Aku temukan novelnya di perpus dan aku baca saat waktu pelajaran kosong atau ketika istirahat. Sempat kupinjam dan kubawa pulang juga. Waktu itu aku belum ada budget untuk beli novelnya, kemarin waktu aku menemukannya di tumpukan buku preloved, tanpa babibu langsung aku ambil. Harganya hanya 20ribu 😄

Buku yang ke dua aku temukan di toko buku lainnya. Aku anggap itu hidden gem. Dari judulnya mengingatkanku pada acara Jazirah Nabi atau Jejak Para Rasul yang biasanya tayang ketika Ramadan. Pernah nonton nggak? Itu acara punya stasiun TV Malaysia. Kebetulan, Ramadan sebentar lagi, dan aku ingin mulai menikmati vibes Ramadan dengan buku ini.

Ternyata, kedua buku tersebut sama-sama terbitan Republika.

Buku ke tiga, "7 Keajaiban Rezeki", juga salah satu WL lamaku selain ayat-ayat Cinta. Buku ini membahas tentang bagaimana menarik rezeki dengan amalan-amalan yang mungkin sekarang familiar diistilahkan "jalur langit". Waktu SMA sempat kubaca sedikit, tapi tidak/belum selesai. Kemarin aku temukan di 2 toko buku. Yang pertama menawarkan harga 30ribu, aku skip dulu. Lalu ketika aku cari-cari dan sedang melihat-lihat buku untuk si Ujang, ternyata toko buku itu punya judul ini juga dan ditawarkan harga 10ribu masaaaaa.. Karena aku beli beberapa buku buat si Ujang jadi mungkin aku dapat potongan harga di buku tsb.

Ketiga buku ini akan masuk rak Papermoon Library dan bisa langsung disewa. Semoga bisa menghibur dan bermanfaat ✨📚 Yang liburnya masih panjang, ayooo banyakin baca buku. Capek kan macet2an mulu 😉🤓📖👀

Sunday, December 28, 2025

Tantangan Nalar Challenge by elexmedia 2025

#TantanganNalar Day 1 (Ahad, 28 Des 2025)
Instagram @papermoonpages
——————————
*Judul buku:* you do you
*Penulis:* fellexandro ruby
*Update bacaan:* 81/224 halaman
——————————
*Ulasan/Insight Hari Ini:*
Dari kutipan yang kudapat hari ini, jadi mikir, iya juga ya, kayaknya selama ini kita dituntut linier antara yang kita sukai dengan pekerjaan, atau jurusan kuliah dengan pekerjaan. Padahal gapapa juga kalau pekerjaan kita tidak sesuai dengan apa yg kita pelajari.
Bahkan aku banyak menemukan orang2, tokoh, influencer yg sebenarnya bidang mereka bukan yg sekarang merela geluti atau bisa menghasilkan bagi mereka. Misalnya penulis Ka Puty Puar. Aku mengenalnya sebagai ilustrator tapi ternyata bidang keahliannya adalah engineer (kalau tdk salah ingat beliau pernah cerita sedikit). Tapi dari hobinya menggambar dan membuat ilustrasi lah yg justru menghasilkan. 
——————————
*Kutipan Menarik:*
" Kita dibesarkan dengan pemahaman cita-cita yang terlalu diromantisasi. Seolah-olah ada satu panggilan hidup mulia yang harus kita cari sampai ketemu"

Wednesday, November 19, 2025

Suratan Hati Untuk Ayah

Seandainya Ayah bisa mendengar ini:

Permintaan maaf karena belum sempat berbakti, atau atas kata yang kurang berkenan di hati, kekurangajaran sebagai anak yang belum selesai mendewasakan diri. Masih banyak yang belum aku tunaikan sebagai bentuk bakti. 

Aku hanya bisa berharap do'a-do'a yang kutinggikan sampai dan mampu memberikan pertolongan.
Selalu kusebut namamu sebelum lantunan Al-Qur'an. 
Istighfar yang kudzikirkan semoga mampu menaikkan derajatmu seperti yang Allah janjikan.

Aku mungkin bukan puteri yang sholeha (do'akan semoga). Tetapi harapku, kau mampu merasakan aku di sini tidak lupa, bahwa kau membutuhkan do'aku di sana.

Monday, October 27, 2025

Ada Uang Dingin? Nggak Ada, Lagi Diangetin!

Lu ada uang dingin, nggak?”

“Nggak ada, lagi gua angetin!”

Wkwkwkk..

Maaf kalau VT yang aku share agak kasar yaaa.. Hehe.. Biar kuperhalus..

Mungkin ini banyak terjadi di sekitar kita, jadi, buat yang mungkin pernah ngalamin kasus begini, ini bisa bantu jabarin.

Aku yakin banyak dari kita yang sebenarnya punya atau ada uang simpanan di luar uang kebutuhan. Tapi bukan berarti kita bisa kasih pinjam ke orang-orang yang mungkin masih struggle keuangan, kan?

Kelapangan, kenikmatan, kesenangan, atau apapun dan bagaimanapun kenyamanan yang saat ini orang lain lihat ada padaku adalah anugerah dan karunia yang sangat besar yang Allah berikan kepadaku. Tapi untuk mendapatkan semua ini pun aku harus melalui berbagai hal di masa lalu. Perjuangan, kesabaran atas ujian dan cobaan.

Waktu aku share makanan enak yang kumakan, mungkin ada yang melihatnya sebagai pamer kenikmatan. Tapi apa kalian tau, aku pernah ada di titik makan cuma pakai nasi dan garam? Yaa mungkin anak-anak lain juga banyak yang merasakan, tapi keadaanku waktu itu karena benar-benar nggak punya makanan, bukan karena doyan (karena ada anak-anak yg memang doyan makan nasi pkai garam aja, kan).

Atau di suatu waktu mamaku Cuma pegang uang dua ribu, waktu lapar siang hari blio belikan uang dua ribu itu mi gelas tapi ternyata ketika diseduh bumbunya sudah mengeras dan ketika kami makan (iya, mi gelas satu, dimakan berdua pakai nasi) kuahnya sudah asam, ternyata mi nya sudah kadaluwarsa.

Atau ketika aku share jalan-jalan,

“Enak, lu, mah bisa ke sini ke situ”

Tapi apa kalian tau, dulu jaman sekolah aku nggak pernah jalan-jalan kecuali ada study tour dari sekolah? Karena keluargaku ga ada budget buat jalan-jalan, kecuali mudik yang itupun tidak setiap tahun. Study tour itupun uangnya harus ditabung dari jauh-jauh hari.

Ketika aku pamer beli buku yang mungkin buat sebagian banyak orang mahal karena, mungkin, nggak ngenyangin lah, satu buku seratus ribu, bisa buat beli yang lain. Tapi buatku, buku juga kebutuhan. Buku itu makanan buat otakku, batinku, jiwaku..

Kadang, memang, aku secara frontal bilang, misal, “Mau pamer buku, ah” atau apapun kata yang mungkin terkesan sombong, itu murni bercandaan karena kuanggap yang liat statusku teman. Sosmed, WA, atau apapun yang menghubungkan kita itu media berteman dan mencari teman, kan? Kalau kalian nggak bisa ikut senang atas kesenangan yang teman kita rasakan apa masih bisa dibilang teman? Manusia memang beresiko iri dan dengki, tapi yang jahat akan menunjukkannya, sementara yg baik akan menahannya. Bukan karena munafik, tapi ia menjaga perasaan temannya.

Dari semua share-an buku yang sekarang bisa aku beli, ada masanya dulu aku Cuma bisa pinjam di perpus atau dari teman. Kalau beli buku Cuma pas cuci gudang penerbit yang satu bukunya Cuma sepuluh ribuan. Kalau sekarang Allah mampukan aku beli buku harga ratusan ribu, bisa jadi itu reward atas kesabaranku bertahun-tahun dulu, kan? Apa aku nggak boleh menikmatinya?

Makanya ketika ada yang bilang,

“Jangan iri melihat kenikmatan yang dirasakan orang lain karena kita nggak pernah tau apa yang sebelumnya Allah ambil darinya”

Dan itu memang benar.

Makanya aku pun menerapkan itu ke diri aku sendiri. Aku berusaha nggak jadi sumber ‘ain untuk siapapun. In syaa Allah aku akan selalu senang melihat kenikmatan yang dirasakan teman-temanku. Kalaupun ada hal yang aku inginkan seperti mereka, aku berdo’a langsung ke Allah supaya bisa merasakan nikamat yang sama tanpa mengurangi nikmat yang mereka rasakan. Karena adabnya memang begitu.

Pencapaiannya, prestasinya, atau bahkan hal-hala kecil yang bikin mereka bahagia, In syaa Allah aku akan ikut berbahagia. Karena aku nggak tau perjuangan dan kerja keras mereka sperti apa di balik layarnya. Jadi, atas dasar itu, aku pun berharap teman-teman bisa ikut merasakan kesenangan yang orang lain rasakan. Bukan Cuma aku.

Dan untuk kasus pinjam meminjam. Jujur, aku kurang nyaman ketika ada yang mengandalkan aku. Bukan sekali dua kali. Bahkan gaji suamiku sudah diklaim untuk dipinjam sebelum tanggal gajiannya. Jujur, ya. Aku tersinggung.

Aku, istrinya, yang setiap hari ngurusin, setiap malam tirakatin, do’ain, dari sebelum subuh udah sibuk di dapur nyiapin masakan dan perbekalan. Belum megang gaji suamiku, trus ada orang, sebelum tanggal gajiannya, udah mau klaim dengan alasan minta tolong? Lebih dari sekali? Bahkan suamiku aja belum nerima hasil kerja kerasnya sebulan. Blio yang begadang kalau lagi banyak kerjaan. Blio yang beban pikiran kalau lagi ada tekanan dari atasan, blio yang pergi pulang jauh-jauh setiap harinya. Iya, nanti pas suaminya gajian langsung diganti. Tapi ya kenapa nggak belajar atur uang belanja sampai ke tanggal gajian suaminya sendiri? Kenapa harus gaji suamiku yang buat bantu talangin? Sekali dua kali masih aku kasih, tapi kalau dijadikan andelan begini aku nggak bisa. Nanti kebiasaan.

Dengan kelapangan yang sekarang aku rasakan, In syaa Allah, aku senang berbagi, tapi aku nggak suka dimanfaatkan. Aku bisa bedakan mana yang beneran butuh dan mana yang menjadikan aku andelan. Aku juga pernah pinjam uang, minta talangin teman atau sejenisnya, lah. Tapi nggak setiap bulan, nggak dijadikan kebiasaan. Karena orang lain juga punya kebutuhan, orang lain juga pingin menikmati hasil kerjanya. Jangan lah diganggu dengan kasus pinjam meminjam. Merusak kebahagiaan. Apalagi kalau nggak bisa dikabulkan malah julid ketika orangnya menikmati hasil kerja kerasnya. Misalnyaaaa..e


Seringkali kasus pinjam meminjam ini merusak silaturahmi. Hubungan yang tadinya baik-baik saja jadi rusak karena masalah uang. Aku sendiri sebisa mungkin menghindari hutang jadi aku juga nggak mau dihutangin.

Mohon maaf dan terima kasih 🙏

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Wednesday, October 22, 2025

Membersihkan Udara Pakai EE (Eco Enzyme)

Ngerasa gak sih akhir-akhir ini kayak banyak banget orang yang ngeluh sakit? 🤧
Entah itu bapil, demam, batuk, pilek, pegal-pegal, pokoknya ada aja keluhannya.

Di rumahku juga lagi pada bapil, anak-anak sekolahnya pun gitu. Sampai pihak sekolah nyaranin semua pakai masker — yang lagi sakit maupun yang sehat. 😷

Kayaknya salah satu penyebabnya ya karena kualitas udara yang makin parah 😞 Udara bumi udah terlalu “lelah” sama polusi. Dan yaa… ini kan hasil dari ulah kita juga yang selama ini kurang peduli. Baru deh pas mulai gampang kena ISPA, flu, sinus, dll, semua panik 😩 Padahal buat balikin kualitas udara tuh butuh waktu dan usaha gede banget.

Tapi aku punya cara sederhana yang in syaa Allah bisa bantu bersihin udara di rumah 💨
Aku pakai Eco Enzyme (EE) 🌿
Konsepnya kayak humidifier versi low budget!
Gak perlu alat mahal, cukup siapin sapu tangan yang dibasahi larutan EE, taruh di depan kipas angin.
Pas kipas nyala, udara yang berembus bakal bawa partikel EE yang bantu “nyaring” udara.

Hemat, cermat, dan bermanfaat ✨
In syaa Allah 🌱