Showing posts with label marriage. Show all posts
Showing posts with label marriage. Show all posts

Monday, March 23, 2026

Tuesday, March 17, 2026

Bolehkah Perempuan Menolak Lamaran Karena Perbedaan Status Sosial Ekonomi?

 


*Backsound video mohon izin saya ganti menjadi nasyid 🙏


Pernah baca juga di threads, ada jamaah perempuan nanya gimana kalau ada laki² datang melamar tp ekonomi/status sosialnya di bawah perempuan. Nah Ust Nuzul Dzikri dg bijak bilang, (terjemahan bebas 🙏) kalau tidak sesuai, perempuan boleh menolak tapi kalau memang ikhlas, silakan/gapapa diteruskan.


Itu makanya di Islam ada kriteria memilih pasangan salah satunya, sekufu/setara baik dalam hal ekonomi, pemahaman agama/umum dan sejauh mana kita bisa saling toleransi atas karakter/kebiasaan/kekurangan masing². Istilahnya mah, sefrekuensi. Kalau di awal ada yg ga kita suka, ga sreg, itu tanya ke diri kita sendiri, bisa ga kita menoleransi itu. Jangan berharap apalagi punya misi buat mengubah seseorang. Secinta apapun misalnya dia sama pasangannya, perubahan itu ga akan dia lakukan kalau ga datang dari niatnya sendiri. Cuma Allah yg bisa membulak balikkan hati manusia. Kalau kita nggak bisa sabar sama waktu yg Allah tetapkan untuk mengubah/membalikkan hatinya, yg kita sebagai manusia gatau kapan, mending gausah menchallenge diri sendiri 😅 Nanti yg ada kita yg stres dan capek sendiri nunggu perubahannya. Ini dalam hal sikap dan karakter.


Dalam hal ekonomi pun begitu. Kalau terbiasa hidup mewah, kira² sanggup ga hidup susah 😅 misal ada yg melamar dari status sosial ekonomi di bawahnya. Berjuang dari 0 bareng pasangan. Ada yg bisa menikmati proses, ada yg ga sanggup. Cuma diri sendiri yang bisa menakar. Kalau ga yakin, istikharah. Minta diberi petunjuk.


Yang posting threads nya ini amazed dg jawaban Ust Nuzul Dzikiri. Karena yg sering ia temui kebanyakan jawaban Ust/Ulama tuh seolah bilang, kalau ada laki² baik, agamanya baik, datang melamar, (terima saja) urusan ekonomi bisa diusahakan, dst. Ini sering bikin muslimah galau. Seolah kalau menolak, kesannya ga percaya bahwa rezeki sudah diatur. Bahwa rezeki pernikahan itu melimpah.


Sedikit berbagi, Alhamdulillah aku sendiri merasakan peningkatan kehidupan setelah menikah. Aku sama paksu sama² perintis dan kami menikmati prosesnya. Tentu aja ada saatnya juga ngerasa capek, ngerasa jenuh, dll. Tapi proses ini ya dibawa asik aja.


Perkataan Allah soal rezeki pernikahan itu melimpah, iya. Allah itu ga pernah ingkar. Tapi untuk membuktikannya pun perlu diusahakan. Di beberapa firman Allah banyak upaya yg bisa diusahakan agar pernikahan kita diberkahi, dilapangkan rezeki, diluaskan, diberi kelimpahan. Misalnya dengan menjaga keharmonisan.


Allah akan melimpahkan rezekinya kepada pasangan yang akur, jarang bertengkar, saling berkasih sayang. Nah untuk menciptakan dan mempertahankan itu butuh effort yg seimbang di antara keduanya.

Dan kalau kubilang,


"Emang gampang!?" 🤣


Justru di situ perjuangannya. Kalau keadaan ekonomi ga seimbang, yang ada malah bikin rungsing cek urang sunda mah, gimana mau akur, gimana mau saling berkasihsayang? Kalau dipaksakan, udahlah dari awal status sosial ekonomi tidak setara, bikin pusing kepala, rezeki makin jauh.


Belum lagi soal karakter, latar belakang, itu bisa banget jadi pemicu pertengkaran. Pokoknya banyak banget hal yang bisa bikin ribut. Kalau ada hal yang bisa dihindari, kayak menghindari perbedaan status sosial ini, ya lebih baik dihindari. Dan kayaknya aku pernah baca hasil survey, deh, soal finansial ini jadi faktor paling banyak jadi pemicu perpisahan (naudzubillahimindzaalik). Atau faktor apapun yang bikin kita kurang berkenan, based on your own preferences, bisa toleransinya di hal apa dan ga bisanya di apa, hindarilah.


Sekali lagi, jangan menchallenge diri sendiri kalau ga mau susah sendiri 😅 


Sebenarnya dalam Islam laki² & perempuan itu setara. Hanya jalur amalannya saja yg berbeda. Termasuk soal pernikahan. Laki² boleh memilih perempuan yang disukainya berdasarkan 4 perkara, perempuan juga berhak menolak. Kalau soal penolakan dari pihak perempuan ini sih, aku belum pernah baca ya, tapi kalau dilihat dari jawaban Ust Nuzul Dzikri sebelumnya berarti perempuan juga boleh menolak lamaran dari sisi finansial kan.


Makanya semakin kita belajar agama Islam, akan semakin kita pahami bahwa hal² yang akhir² ini muncul sebagai teori baru kayak feminisme, kesetaraan gender, bahkan hidup sustainable, dll. Di Islam itu semua udah ada dan dipraktekkan dari dulu. Justru Islam yg membawa perbaikan itu untuk masyarakat dunia. Makin yakin deh kalau Islam itu Rahmatan lil Alamin. Rahmat untuk seluruh alam. Karena selain urusan Tauhid, siapapun boleh menerapkannyanya tanpa harus login. Hehe..


Monday, August 18, 2025

Si Paling Banyak Berkorban dan Haus Validasi

Semakin ke sini semakin sering aku menemukan konten ttg pengorbanan wanita terhadap keluarga. Sepertinya konten-konten tersebut ditujukan untuk laki-laki atau suami. 

Ada yang tersadarkan, ada jg yg menganggap berlebihan, ada yg mencap haus validasi, dsb.

Tapi, wahai lelaki, tau ga sih maksud dari konten-konten tersebut? 

Bukan. Bukan kami ingin divalidasi, bukan kami ingin menunjukkan bahwa kami lah yg paling banyak berkorban, bahwa kami lah yg paling lelah.

Wanita hanya ingin dihargai. 

Karena banyak wanita yang pikirannya berisik tapi tak bisa bercerita keluh kesahnya. Banyak wanita yg kritis pemikirannya tapi harus tetap diam agar tak dianggap membangkang. Banyak wanita yang meskipun dirinya lelah harus tetap terlihat kuat. 

Tuesday, September 12, 2023

Menikah itu Memapankan



Banyak yang takut miskin karena menikah padahal Allah berjanji memberi rizki kepada pasangan yang menikah.

Aku sendiri mengalaminya. Yang tadinya tidak punya menjadi punya. Alhamdulillah rezeki menikahku berlimpah. Kado dari sanak saudra banyak yang belum kupunya dan setelah mendapatkannya aku jadi punya. Terutama alat rumah tangga.

Yang tadinya tidak punya blender jadi punya, mixer dari Daun Mudaku, Air Fryer dari PakSu hadiah anniversary. Teflon anti lengket dari sahabatku. Alhamdulillah dari kado-kado itu semua peralatan masakku jadi lengkap tanpa harus membeli. See, janji Allah selalu benar, kan?

Terkadang aku terharu bagaimana Allah selalu mencukupkan rumah tanggaku. Suami yang baik, anak yang sehat dan cerdas Alhamdulillah..

Semoga yang belum menikah disegerakan, yang masih khawatir ditenangkan. Aamiin yaa robbal'alamiin..