Monday, June 29, 2026
Quran Journaling Tuh Seseru Itu!
Beberapa waktu lalu, kalau yang baca igs ku, aku menyadari kalau kegiatan Quran Journalingku bisa jadi kegiatan yang seru juga buat belajar bahasa Inggris lebih jauh lagi. Jujur sejak off ngajar, Englishku kayaknya agak nurun deh dan lesu gitu, loh. Exposurenya kurang. Jadi dengan belajarQuran in English itu kayak membangkitkan lagi (cailaah) semangat aku dalam belajar Quran and English. Jadi dobel manfaat ,kan. Maa syaa Allah. Terus kadang aku juga discuss sama tetanggaku tentang ilmu agama apa yang kita temuin. Dan ternyata belajar agama, tuh, seseru itu. Quran jurnaling tuh seseru itu!
Waktu IdulAdha
kemarin, banyak yang bahas (kalau di TLku, sih) lebih dalam tentang makna
IdulAdha ini. Nggak mainstream kayak yang sudah sering dibahas dan dijadikan
topik khutbah di Masjid. Mungkin ini ya
pentingnya anak muda belajar agama, supaya ilmu dan informsainya upgrade.
Kasian, loh kalau boomers aja yang harus update ilmu dan ngikutin perkembangan
genZi. Yang genzinya dong berani tampil, kasih informasi-informasi baru ke
generasi sebelumnya.
Kayak, misal,
kemarin aku nemu review ayat tentang perbedaan penyebutan antara Nabi Ismail
dan Nabi Ishaq dalam Al-Quran. Yang satu disebut cerdas, yang lainnya disebut
alim. Dan itu menyadarkanku bahwa Allah itu memang sudah merencanakan takdir
kehidupan kedua nabi itu beserta anak keturunannya hingga ke jalur nabi
Muhammad dan kaum Bani Israil. Pokoknya seru, deh.
Ps. Yang ini aku
lupa nama akunnya L
Dan ada lagi, soal
makna surat Al-Quraisy. Sejak aku mulai Quran Jurnaling beberapa tahun lalu,
aku masih bingung Al-Quraisy itu sebenarnya tentang apa? Aoakah hanya
pengenalan Suku Quraisy yang kita kenal sebagai suku asalnya keluarga
Rasulullah? Dan ternyata, maknanya lebih luas lagi, gaesss. Aku pernah baca,
kakek Raulullah itu, beserta keluarnya, cukup terpandang di kalangan suku
Quraisy. Kadaang aku mempertanyakan, katanya keluarga Rasulullah itu keluarga
yang dihormati, tapi kok, kesannya Rasulullah itu hidup susah, kekurangan,
banyak narasi Rasulullah harus menahan lapar, menambal pakaian, menggiling
gandum sendiri, pokoknya gitu-gitu, lah. Nah, bulan lalu aku menemukan
penjelasan yang lebih baik.
Surat Al-Quraisy
itu membahas suku Quraisy dengan keahliannya berdagang. Jadi, kalau kita
ingat sistem perdagangan dunia, ada
namanya jalur sutera, itu jalur perdagangan yang dibawa oleh pedagang-pedagang
Arab dan India. Mungkin aku juga belum terlalu paham, ya soal perdagangan ini.
Tapi yang kutangkap, seperti jalur perdagangan lewat laut, ada aja bahaya yang
ditemui selama perjalanan. Kalau di laut, misalnya, ya bajak laut gitu, kalau
di darat mungkin istilahnya penjarah yang suka merampok pedagang-pedagang yang
lewat, oleh akamsi, lah, mungkin istilahnya.
Hal lainnya ada
juga waktu aku ngeh bahwa Quran Jurnaling ini bisa jadi caraku belajar English
lagi, waktu aku perhatikan arti surat Maryam, itu karena in English kan, ya,
ada nama-nama asing yang aku dapatkan. Duh, agak malu ya mengakuinya, haha,
lulusan English tapi ternyata masih banyak banget hal yang suka lupa atau
bahkan baru tau. Kayak misal nama-nama Nabi in Emglish tuh kan yang familiar
kayak Abraham, Noah, Josef, Jacob, gitu, kan. Tapi kok aku nggak ngeh kalau
Aaron itu Harun?! Aku sampai, hah, oh iyaya. Dulu aku punya murid chindo
namanya Aaron dan kayak yang kedengaran keren aja gitu. Taunya itu nama
Englishnya Nabi Harun. Yang masih agak kurang familiar, tuh, kayak Nabi Idris,
Ayyub, gitu-gitu, nggak, sih? Hehe.. ada yang tau nama-nama nabi lainnya?
Wednesday, June 24, 2026
Cuap-Cuap Geopolitik Dunia Dari POV Rakyat Jelata
Bahas geopolitik kayaknya seru juga. Perkembangan yang aku tau, katanya selat Hormuz mulai dibuka oleh Iran untuk jalur perdagangan dengan penandatanganan perjanjian antara US dan Iran. Hhahaha.. seawamnya aku tentang geopolitik dunia, biarkanlah aku menganggap US ini kalah. Setelah katanya, sekitar empat bulan melawan Iran taunya tu negara tak gentar. Mulailah Trump ketar-ketir. Harga minyak dunia awur-awuran, jalur distribusi terganggu, dll. Disclaimer, aku pernah baca komentar dari seseorang yang katanya baca isi perjanjin Iran-US yang bllang, jangan terlalu terbawa angin segar, kalau dilihat lagi, perjanjian ini bukan menyatakan kekalahan US dan kemenangan Iran, isi perjanjiannya imbang. Blablabla. Bodo amat. Dengan belagu dan sombongnya US dari dulu, mengklaim negara adidaya yang hobi perang supaya dapat income dari produksi senjata, kenyataan bahwa Iran tidak bisa ditundukkan dan malah ditantang dengan sikap yang sama-sama songong aja rasanya udah puas. Soal nasihat ulama jangan terlalu memuja dan membela, Iran melawan bukan karena pure membela Islam tapi juga karena ada unsur kepentingan. Apapun itu, selama US ada yang berani lawan, aku dukung. Sewajarnyaaaa. Hahaha..
Terus karena US-Iran ada rencana damai, tantrum lah si setan Isrewel yang rewelnya kaga kelar-kelar dari zaman kenabian. Ngerasa US nggak sayang dia lagi (idiiiih konteksnya kayak anak kesayangan yang mulai dicuekin. LOL). Ngambek dah tuh dengan nyerang Lebanon yang banyak pemerhati politik internasional bilang, kayak sodaranya Iran. Iran nggak terima sodaranya diserang Isrwl yang udah jelas-jelas selalu dibelain US, akhirnyaaa, terakhir yang kudengan rencana penandatanganan perjanjian US-Iran di Swiss BATAL. Iran memperingatkan US, kayak, kalau anak kesayangan lo itu ga anteng dan mundur dari Lebanon, perjanjian kita batal. Dan lo tau akibatnya. Nah, US yang tadinya udah dapat angin segar, selat Hormuz dibuka jadi kesel sama Iswrl karena berulah dan bikin perjanjian batal, jadi marahin Iswl,
lu cicing, ini gua lagi urus perdamaian ama Iran lu ikut campur jadi batal. Perekonomian dalam negeri gua ketar-ketir gara-gara minyak mahal dan jalur distribusi perdagangan terganggu. Lo gabisa apa-apa tanpa dukungan US, negara lo juga ga bakal ada tanpa dukungan US selama ini, dunia udah tau sifat asli lo gimana, nggak ada negara di dunia yang support lu selain US, jadi jangan berulah.
Ini kata wakil presiden US, deh, kalau nggak salah, kemarin nonton di berita.
Begitulah,
kira-kira terjemahan bebasnya. Wkwkwkwk...
Nggak tau ya ini
akan bawa efek buruk atau baik ke dunia secara keseluruhan. Tapi poinnya kayak
menegaskan Iran ini lagi menujukkan US juga bisa dilawan. Mungkin itu, ya,
hikmahnya, penghasil minyak terbesar dunia tuh rata-rata negara jazirah Arab,
timteng, gitu-gitu, lah. Coba kalau negara-negara kafir Barat, beeuuhh, bisa
makin diinjak-injak Islam. Eh, tapi US itu emang alami dan abadi ya rese nya.
Dilawan sama Iran ini, kan mereka jadi tau ya, kekuatan militer Iran. Yang
rudal balistik, senjata nuklir, dll. Nah, di pembahasan damainya ini katanya US
memperingatkan Iran boleh punya senjata nuklir tapi sewajarnya, nggak boleh
melebihi negara-negara lain. Demi stabilitas keamanan dunia. Mpret. Elu aja
yang scare kalau bikin ulah langsung dinuklir sama Iran. Atau, minimal, ya
diancam. Hahaha... bawa-bawa stabilitas keamanan dunia. Eluuuuu yang bikin
dunia kaga aman mulu.
Tapi dari batalnya perjanjian Iran-Amerika ini, kemarin aku sempat lihat reels ekspresi PM Iraq yang kelihatan kecewa banget. aku sampai kasihan ngeliatnya. karena katanya, perjanjian Iran-Amerika ini yang ngusahain juga Iraq dan beberapa negara lain. Jadi, waktu delegasi Iran pergi batalin penandatanganan perjanjian itu PM Iraq kayak kecewa banget usahanya sia-sia gara-gara isrwl. Wkwk..
Friday, May 8, 2026
Kenapa Komunikasi Dalam Rumah Tangga Itu Penting?
Pernah ada suatu kejadian. Paksu sedang wfh, seharian laptop menyala. Kadang diselingi main game, streaming tetap jalan, atau atau intip-intip youtube. Awalnya, aku suka iseng-iseng ngintip apa yang sedang akti di layar laptopnya. Kebetulan, yang aku lihat, paksu sedang ngegame di HP dan streaming esport di laptop. Paksu yang awalnya bilang mau kerja, ya aku kira sepik aja, dong. Terus aku bilang, “katanya mau kerja, yg dibuka game”. Pokoknya apapun esport yang dia maksud, semua kubilang game.
Paksu ngak marah,
tapi beliau bilang, “Ya bentar, sih, Bunbun. Daritadi udah kerja nyelang bentar
biar nggak bosan”. Di situ aku jadi mikir, ooh iyaya, mungkin jenuh kali depan
laptop yang dikerjain gambar jalur pipa melulu.” Mana pernah kulihat, yaa
namanya gambar jalur perpipaan tuh kayak kita lihat peta yang cuma garis-garis
itu. Hehe. Dari situ, kalau paksu wh dan kulihat dia ngegame ya aku biarkan
saja.
Pernah lagi
kejadian. Paksu sedang wfh dan pakai colokan sambungan di bawah dengan kabel
yang agak besar. Mungkin karena sudah bekerje beberapa jam, paksu istirahat.
Beliau tidur sebentar dengan keadaan laptop masih menyala. Yang di layar, bukan
kerjaan dan aku butuh kabelnya jadi kucabut lah itu kabel dan aku pindahkan ke
colokan depan. Waktu bangun, paksu marah karena colokan laptopnya dicabut,
laptopnya mati dan data kerjaannya hilang, katanya.
Ya kan yang aku
lihat di layar streaming game aja. Logikaku ya beliau sudah tutup windows
kerjaannya berarti sudah disave, kan.
Di lain waktu,
lama setelah kejadian itu, ada keadaan lagi, paksu sedang di rumah, buka laptop
dengan segala kegiatannya, dan, lagi-lagi, beliau tidur dengan keadaan laptop
masih menyala. Streaming game. Belajar dari pengalaman sebelumnya, aku nggak berani
lagi cabut laptop dan colokannya. Tapi hari itu aku mau pakai colokannya buat
pakai airfryer. Sebenarnya ada colokan lain tapi kabelnya kecil, paksu pernah
bilang kalau untuk elektronik yang besar colokan itu kurang aman, sementara
colokan yang besar sedang dipakai di kamar. Jadi, airfryernya yang aku bawa dan
colok ke kamar.
Setting waktu 12
menit airfryer, di menit ke 3 paksu bangun. Lihat airfryer dicolok di kamar di
mana colokan besarnya itu tersambung ke terminal yang sudah ada 3 colokan,
paksu marah (lagi), dia bilang banyak colok di sambungan terminal denag
elektronik yang besar itu bahaya, bisa konslet.
Aku kesal. Aku
nyolok di kamar karena nggak berani otak-atik colokan yang sedang beliau pakai.
Aku bawa airfryer ke kamar dan mencolokkannya di situ karena sudah belajar dari
pengalaman, supaya beliau nggak marah juga, ini masih dimarahi juga. Akhirnya,
kami sempat ribut.
Tapi setelah agak
tenang, aku juga paham. Oiya, mungkin yang beliau highlight bahaya colokannya.
Itu yang urgent menurut beliau. Sementara aku kesal karena urusan colokan ini,
aku sudah berusaha ngertiin, sudah belajar dari pengalaman supaya beliau nggak
marah, tapi masih salah juga. Akhirnya aku minta maaf. Dan hari itu masalah
colokan langsung selesai. Beliau beli terminal baru karena yang lama beneran
terbakar.
Di satu sisi aku
bersyukur. Kalau paksu tidak bangun, dan airfryer kutinggal dalam keadaan
menyala, di , situ juga ada laptop, mungkin bisa terjadi hal yang lebih buruk.
Tapi, aku juga menayangkan, setelah aku minta maaf, aku sepenuhnya dianggap
bersalah padahal aku sudah menjelaskan alasanku bahwa aku yang “mengalah”
mencolok airfryer itu ke kamar supaya beliau tidak marah, karena aku sudah
belajar dari kejadian sebelumnya, dan itu tidak dilihat dan diapresiasi. Seharusnya,
setelah aku minta maaf dan mengakui kesalahanku, beliau juga bisa melihat, dan
memahami, karena aku sudah secara terang-terangan menjelaskan alasanku meskipun
pada akhirnya yang urgent waktu itu memang soal keamanan listrik. Mungkin,
beliau bisa mengatakan, “Iya aku juga minta maaf ya, tadi bentak-bentak dan
marah, soalnya yang aku khawatirkan nanti terjadi kebakaran, kan bahaya. Tapi
aku paham kamu nyolokin listrik itu karena nggak mau aku marahin lagi soal
colokan.





