Tuesday, February 10, 2026

Tunjukkan Nikmat Yang Allah Berikan

Kalau beberapa tahun terakhir kita semakin familiar dengan ain, tahun 2025 aku belajar tentang Tahadduts bin Ni'mah. ada yang sudah pernah dengar? Mohon koreksinya kalau salah ya..


Jadi, beberapa tahun belakangan ini kan kita sudah kenal dan aku rasa banyak yang sudah paham tentang ain dan bahayanya. Tentang jangan mengumbar kenikmatan karena nanti ada yang hasad, iri, tidak suka dengan kenikmatan dan pencapaian kita. Nanti bahaya ke kita nya, kenikmatannya jadi hilang, apa yang sedang diusahakan jadi gagal, dll.

Nah tahun lalu, aku justru belajar tentang hal sebaliknya. Kenikmatan yang Allah beri, tunjukkanlah.


Hal ini berdasarkan surat Ad-Dhuha ayat 11

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.” (QS. Adh Dhuha: 11)

Penjelasan lengkapnya di sini ya.

Jadi intinya, Tahadduts bin ni'mah ini, konsepnya, kalau kita mendapat/merasakan nikmat dari Allah, tunjukkan sebagai rasa syukur, bukan sebagai pamer. Karena pada dasarnya kita nggak akan mendapatkan nikmat itu kalau bukan karena Allah yang berikan dan izinkan. Jangan kita menunjukkan bahwa kita tidak pernah punya apa-apa, hidup kita flat-flat saja, atau malah terkesan susah, kesenangan selalu disembunyikan. Jatuhnya justru seolah-olah Allah tidak pernah memberikan nikmat ke dalam hidup kita. Padahal nikmat Allah itu sangat banyak dan luas. Nggak melulu tentang uang dan materi.

Sebagai tambahan, soal memancing ain atau tidak, itu tergantung hati kita. Bagaimana niat kita ketika berbagi cerita atau misal posting suatu hal. Kalau niat hati kita untuk pamer dan riya maka bisa memancing ain. Sementara kalau niat kita untuk menunjukkan dan sebagai rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan, In syaa Allah yang akan datang pun hal-hal baik pula, seperti teman-teman yang ikut berbahagia atas kenikmatan kita. Dan dengan begitu Allah pun akan menambah nikmatnya. Istilahnya apa yang kita sharing akan menarik sesuai frekuensinya. Kalau frekuensinya tinggi dan baik dia akan menarik hal-hal baik pula. Kalau frekuensinya rendah dan buruk maka ia akan memancing ain dan hal buruk lainnya.

Tidak semua yang sharing itu untuk pamer. Ada yang sekdar merayakan pencapaian, berbagi kebahagiaan, review barang, makanan, tempat jajan, atau yaa memang sekadar suka berfoto.

Tentang hal buruk atau yang tidak kita sukai setelah kita membagikan sesuatu, misalnya, itu kembali lagi, terjadi atas ridho Allah. Jangan terlalu saklek juga, "Oh ini pasti karena ain nih" Nggak selalu seperti itu. Karena kehidupan ini kan ada naik turunnya, baik buruknya. Nggak mungkin baik semua. Allah meridhoi terjadinya hal buruk dalam hidup kita kan banyak tujuannya. Bisa sebagai ujian yang akan menaikkan derajat keimanan, atau supaya kita bisa mengambil pelajaran, atau sebagai pembeda agar kita bisa bersyukur saat diberi kenikmatan. Kalau semua hal dikaitkan dengan ain, yang ada kita jadi selalu berburuk sangka, bahwa ada orang-orang yang iri terhadap nikmat yang kita rasakan. Dan pada akhirnya menyembunyikan nikmat yang Allah berikan.

Menunjukkan nikmat ini kan luas ya, bisa tentang apa saja dari urusan agama, akhirat hingga duniawi. misal bersyukur bisa datang kajian, bersyukur atas teman-teman yang mengajak kepada kebaikan, bersyukur soal makanan yang bisa dinikmati termasuk jalan-jalan ke tempat yang baik. Atau tentang kebaikan pasangan dan rumah tangga. Tapi tentu saja semua dalam kadar dan batas sewajarnya, jangan oversharing dan belajarlah memahami batasan privasi. Mana yang bisa diceritakan atau disimpan sendiri.


Akhir-akhir ini juga banyak aku temukan istilah-istilah ledekan terhadap orang yang memiliki pernikahan yang bahagia, kayak:

"Alaaah semua juga bakal pret opada waktunya"

Pernah dengar, nggak? Fyi, aku sebisa mungkin menghindari gosip/ghibah baik itu influencer, artis, atau siapa lah. Tapi berita seperti itu seolah nggak bisa dihindari. Bisa dari teman yang share atau dari mana lah. Aku nggak follow influencer selain beberapa yang aku ingat yang sering sharing soal agama.

Soal perkataan tadi, aku cuma mikir, seburuk apa sih keadaan RTnya sampai melihat RT orang lain yang bahagia kok iri begitu ucapannya. Mungkin yaa karena banyak influencer/artis yang awal-awal kelihatan mesra, romantis, bahagia pada akhirnya muncul berita cerai, dll. Wallahu a'lam ya, aku nggak mau mengomentari RTnya, tapi lebih kepada, yuk biasakan kalau melihat yang baik itu doakan yang baik pula, kalau melihat atau mendengar yang buruk pun doakan kebaikan supaya segera reda dan membaik. Karena doa yang baik nggak cuma untuk orang yang didoakan tapi akan kembali kepada yang mendoakan dan ada hadistnya bahwa doaketika kita berdoa, malaikat ada di samping kita bukan hanya untuk mencatat, si fulan dapat pahala karena mendoakan saudaranya, tapi lebih dalam lagi, malaikat mengaminkan doa kita. Jadi kalau kita mendoakan keburukan, ya doai itu akan kembali ke kita juga. Rugi, nggak? Rugi banget lah. Kita kenal sama influencer/artis itu aja nggak, terus kita doain keburukan juga dapat dosa, udah gitu doa buruknya kembali kek kita juga. Subhanallah. 

Jazakumullahu khayr..

Wallahu a'lam bhissowab

Saturday, February 7, 2026

Review Grounded

Ada hal yang kupelajari dari Feek, salah satu tokoh di novel grounded, "kalau datang inspirasi, kapanpun, dimanapun, TULIS" karena kalau nggak, bisa lupa walaupun cuma 5 menit kemudian.

Hahaha, ini relate banget sama aku. Pokoknya kalau muncul apa di pikiran, mending kangsung tulis, deh, daripada lupa. Masalahnya, walaupun lupa, nanti keingetan lagi, yg ada bikin kepala penuh.

Menghafal Surat

Ingat perkataannya mba @hestiselfiana soal menghafal. Al-Waqiah ini awalnya sering aku rutinin baca ba'da subuh krn keutamaannya membuka pintu rezeki (aku blm pastikan dalilnya 🙏, yg tau boleh share yaa)

Karena rutin jadi lama² lumayan hafal, trus kalau lg ga reciting, aku murottal di yt setelah dzikir pagi. Lama² nambah² ayat yg keingat, gabungan dari rutin baca dan murottal (kalau lg ga sempat, kadang pagi tuh hectic banget kan weekdays)

Waktu itu pernah bahas teknik menghafal surat, salah satunya dg sering² mendengarkan, betul. Keingat juga dulu surat lailatul qadr itu aku hafal dari mendengarkan.

Tp mba hesti bilang perlu juga dibaca, dilihat, terkait makhorijul huruf dan harakat nya. Betul juga. Karena pernah ngalamin, salah satu doa dzikir pagi yg rutin aku dengarkan sampai hafal, eh ternyata setelah dilihat di al ma'tsurat ada yg salah bacanya 😅

Kenapa aku pilih Al-Waqiah? Kenapa nggak dari juz 30 yg dimulai dr An-Naba? Atau kenapa nggak dari Al-Ikhlas (3 qul) yg udh hafal diterusin ke surat yg lebih panjang?

Pertama, karena aku lebih familiar sama Al-Waqiah. Dan aku suka surat ini karena menurutku puitis, surat ini rimanya enak dibaca. Jadi, yaa karena unsur kenyamanan hati hehe

#2 Surat Al-Waqiah salah satu surat yang punya keutamaan istimewa. Yg lainnya ada:
Al-Mulk
Ar-Rahman
Yasin
Dari surat² itu yg paling tidak familiar adalah Yasin 😅 karena dari dulu aku ga pernah yasinan (yasinan yg dirutinin tiap malam jumat, silakan cari hukum & dalilnya🙏)

Jadi, dibanding hafalin juz 30, aku mau hafalin 4 surat itu dulu. Dulu sempat hafal Ar-Rahman yg fasih s/d ayat 30, pernah sampai full tapi krn jarang murojaah jadi lupa blasss huhuhu 😢

Al-Mulk Alhamdulillah cukup istiqamah dibaca sebelum tidur, selepas Salat Isya. Nah knp aku pingin hafalin Al-Mulk selain keutamaannya, juga krn salah satu sunnah Rasulullah sebelum tidur, tapi, karena aku blm hafal, aku bacanya sehabis Salat Isya dan bayangin kayaknya enak gitu kalau hafal baca Al-Mulknya udah di kasur mau tidur tinggal nunggu ngantuk.

Assalamu’alaikum, mantemaaaan. Selamat siang. Tentang Al-Waqiah kemarin, aku ralat yaaa. Keutamaan Al-Waqiah secara spesifik sebagai pembuka rezeki itu hadisnya dhaif/lemah jadi sama kebanyakan ulama tidak dipakai. Baca surat Al-Waqiahnya gapapa, dan ga ada spesifik waktu. Mau baca kapan aja boleh. Ba’da subuh, ba’da maghrib, setelah dhuha, anytime. Tapi aku udah terlanjur suka sama suratnya, jadi yaa In syaa Allah tetap dijaga ayat yg sudah dihafalnya. Tapi dari ke4 surat yg aku sebutkan sebelumnya, yg paling pendek itu surat Al-Mulk (30 ayat) dan tentang Al-Mulk sunnah dibaca sebelum tidur itu hadisnya hasan yaa.. Ini penjelasannya

Di sampinng itu, ada alasan lain aku ingin menghafal surat-surat yang lebih panjang. Aku pernah nemu postingan yang isinya,


"Kenapa harus menghafal Al-Qur'an?"

"Supaya kalau Salat bacanya nggak 3 qul melulu"


Seketika aku merasa tertampar. Yaa mungkin secara harfiah kita nggak selalu baca 3 surat pendek itu aja, tapi kebanyakan yang dibaca itu lagi itu lagi, kan? Jarang yang baca surat-surat panjang kecuali mungkin orang-orang yang terbiasa jadi imam di masjid. Yang biasa jadi makmum yang dibaca surat-surat pendek yang langsung habis. Padahal Rasulullah kalau Salat baca surat yang panjang dan nggak langsung habis itu juga sering. Misal baca ayat satu sampai 15 nanti dilanjut lagi. Itu pernah disebutkan di buku ini.

Terus aku pun mikir, iya juga ya, berapa tahun hidup di dunia, masa Salat bacaannya itu lagi-itu lagi. Kadang aku Salat sehari semalam aja bosen. Jadi, yaa lumayan laah, mulai sekarang bisa dirutinin baca Al-Waqiah dalam Salatnya. hehe.. Alhamdulillaah.

Surat lainya, Al-Mulk lumayan hafal berapa ayat. Karena kalau pas play murottal, ngikutinnya lancar, tapi yaa pas murojaah sendiri bingung lagi. Ar-Rahman juga harus mulai hafalin dari awal lagi, sekarang hafalan Ar-Rahman tersisa 13 ayat aja. Sampai fa bi ayyi ala irobbikumaa tukadziban yang pertama.

Btw, aku cerita ini bukan bermaksud gimana-gimana. Aku pingin, yang pertama, yaa menyadarkan, yuk hafalannya ditambah, jangan surat-surat pendek aja. Aku pun surat pendek (juz 30) masih banyak yang belum hafal, tapi sekarang-sekarang ini yang lagi pingin dihafal ya surat-surat itu.

Yang ke dua, yaa pingin cerita aja. Dah lama nggak chit-chat di igs hehe. Dan aku juga ngerasa masih kehutangan sama beberapa teman soal beberapa bahasan. Nanti aku share. dan buat yang merasa keberatan, skip aja yaa. no hard feeling..

Thursday, February 5, 2026

Bestie Don't Copy We Match On Purpose

Bestie don't Copy We Match on Purpose

@insehtcure

I know yosie @insightcure since well, I can't remember when exactly we knew each other. Is It Since circa 2023 ? Sorry, Sie😅🙏

But, Since then (Sinden?? >.<) I Can Say that we're close enough to be called as a friend, not just "an online friend" which just have a "so so" Chit Chat on Instagram. On WhatsApp we talked about journaling now that have so many (new) name but actually are the same/similar with what we've done for years. The fun thing is, days before those chats, i found yosie's theme for her journal is similar with mine. If she used red floral theme, I used the pink. Furthermore, my dotted journal is out of paper so I need a new one. I asked her what notebook she used so maybe it suits me too.


She said that Currently she use Joyko notebook so I try to find It on Mp and found that the the color i want is out of stoc.  the color care for dotted poper is red. I informed that (unimportant) info through WA C nuing our chat) and the replied "/liye, kak danye ys merd decag pingin ys pink juga kaga reftexz Jade Jurnalkan nuasih sam kayak tour

I ever

Actully, from was try Joyko's note brook since years ago, bus, yed, I didn't the Color Just didn't bust me, until this time, I try to accept that red is a goo nice color too since, recently, I fee red is as into "red things Like cherry, mushrooms, and lady bug. My Current screenlock is a mushrooms now. Haha-

So, the Conclusion is... I and yosie Currently doing journaling in a Similar theme and same journal Color !! That's what we called

"Bestie don't copy, we match on

Purpose" >.< * eh, writ, but we

don't do it on purpose, right, it is they are an iradent? Or Aich pan

It on purpose? Egere

7.<

Hahaho... Naa Syaa Allbh...

#Jourmaling #abttelpotebook

PS. @goyko !! Tolong Segera reftock dotted joumal warna PINK ya!!

#journalenthusiast

#papernuwonpages

#magafadilah

#Mayas mind

#dunia may<

#maywriting project