Tuesday, June 23, 2026

June 2026 Brain Dump

 Kalau tahun lalu kayaknya bulan Mei itu terasa panjaaang banget. Tahun ini, kayaknya Bulan Juni ini deh bulan yang rasanya nggak habis-habis. Benar, nggak? Apa Cuma perasaaanku aja ya?

Sudah masuk musim liburan, kayaknya masih jadi pengalaman baru buatku menikmati musim liburan dengan status punya bocil. Maksudku, jadi ikutan mikirin, mau bikin camilan apa ya, mau jajan apa ya, kegiatan apa ya. Rempong, sih, tapiii yaa gimana. Hehe..

Liburan, mau ke mana, May?

Belum ada rencana. Dan kayaknya aku masih mau menyelesaikan to do list yang buanyak dan antri itu. Baik yang sudah tercatat ataupun yang masih kepikiran di otak. Klaua dilist kayaknya bakal panjang dan nggak habis-habis, deh, kayak daftar WL dan TBR pembaca. Hahaha...

Btw, sambil menuangkan semua yang ada di pikiran, sambil cerita supaya ini otak bisa punya space kososng buat nerima hal baru. Kalau nggak, bisa stress aku ga tertuangkan. Wkwkk.

 

Jadi, mau mulai dari mana dulu kita? Hhmmmm.. let me start with this one.

 

Beberapa waktu lalu, kalau yang baca igs ku, aku menyadari kalau kegiatan Quran Journalingku bisa jadi kegiatan yang seru juga buat belajar bahasa Inggris lebih jauh lagi. Jujur sejak of ngajar, Englishku kayaknya agak nurun deh dan lesu gitu loh. Exposurenya kurang. Jadi dengan belajarQuran in English itu kayak membangkitkan lagi (cailaah) semangat aku dalam belajar Quran and English. Jadi doel manfaat kan. Maa syaa Allah. Terus kadang aku juga discuss sama tetanggaku tentang ilmu agama apa yang kita temuin. Dan ternyata belajar agama, tuh, seseru itu. Quran jurnaling tuh seseru itu!

Waktu IdulAdha kemarin, banyak yang bahas (kalau di TLku, sih) lebih dalam tentang makna IdulAdha ini. Nggak mainstream kayak yang sudah sering dibahas dan dijadikan topik khutbah  di Masjid. Mungkin ini ya pentingnya anak muda belajar agama, supaya ilmu dan informsainya upgrade. Kasian, loh kalau boomers aja yang harus update ilmu dan ngikutin perkembangan genZi. Yang genzinya dong berani tampil, kasih informasi-informasi baru ke generasi sebelumnya.

Kayak, misal, kemarin aku nemu review ayat tentang perbedaan penyebutan antara Nabi Ismail dan Nabi Ishaq dalam Al-Quran. Yang satu disebut cerdas, yang lainnya disebut alim. Dan itu menyadarkanku bahwa Allah itu memang sudah merencanakan takdir kehidupan kedua nabi itu beserta anak keturunannya hingga ke jalur nabi Muhammad dan kaum Bani Israil. Pokoknya seru, deh.

Dan ada lagi, soal makna surat Al-Quraisy. Sejak aku mulai Quran Jurnaling beberapa tahun lalu, aku masih bingung Al-Quraisy itu sebenarnya tentang apa? Aoakah hanya pengenalan Suku Quraisy yang kita kenal sebagai suku asalnya keluarga Rasulullah? Dan ternyata, maknanya lebih luas lagi, gaesss. Aku pernah baca, kakek Raulullah itu, beserta keluarnya, cukup terpandang di kalangan suku Quraisy. Kadaang aku mempertanyakan, katanya keluarga Rasulullah itu keluarga yang dihormati, tapi kok, kesannya Rasulullah itu hidup susah, kekurangan, banyak narasi Rasulullah harus menahan lapar, menambal pakaian, menggiling gandum sendiri, pokoknya gitu-gitu, lah. Nah, bulan lalu aku menemukan penjelasan yang lebih baik.

Surat Al-Quraisy itu membahas suku Quraisy dengan keahliannya berdagang. Jadi, kalau kita ingat  sistem perdagangan dunia, ada namanya jalur sutera, itu jalur perdagangan yang dibawa oleh pedagang-pedagang Arab dan India. Mungkin aku juga belum terlalu paham, ya soal perdagangan ini. Tapi yang kutangkap, seperti jalur perdagangan lewat laut, ada aja bahaya yang ditemui selama perjalanan. Kalau di laut misalnya ya bajak laut gitu, kalau di darat mungkin istilahnya penjarah yang suka merampok pedagang-pedagang yang lewat, oleh akamsi, lah, mungkin istilahnya.

Nah, Suku Quraisy ini bikin sistem perdagangan darat jadi lebih aman dengan perjanjia yang dilakukan antara pemimpin perjalanan dan si pemilik wilayah yang wilayahnya dilewati jalur dagang ini. Dan tau kah siapa penggagasnya? Kakek buyutnya Rasulullah! Maa syaa Allah, hebat nggak, tuh? Pantas saja keluarga Rasulullah itu dihormati dan jadi salah satu keluarga terpandang di suku Quraisy karen istilahnya mereka, terutama kakek buyutnya, yang istilahnya, orang pertama yang membuat sistem perdagangan yang aman nggak Cuma untuk keluarga dan suku mereka tpi juga sejazirah Arab.

 

Hal lain lagi. Btw, ini kayak rangkuman apa yang masuk ke otakku beberapa waktu ini, ya. Haha...

Bahas geopolitik kayaknya seru juga. Perkembangan yang aku tau, katanya selat Hormuz mulai dibuka oleh Iran untuk jalur perdagangan dengan penandatanganan perjanjian antara US dan Iran. Hhahaha.. seawamnya aku tentang geopolitik dunia, biarkanlah aku menganggap US ini kalah. Setelah katanya, sekitar empat bulan melawan Iran taunya tu negara tak gentar. Mulailah Trump ketar-ketir. Harga minyak dunia awur-awuran, jalur distribusi terganggu, dll. Disclaimer, aku pernah baca komentar dari seseorang yang katanya baca isi perjanjin Iran-US yang bllang, jangan terlalu terbawa angin segar, kalau dilihat lagi, perjanjian ini bukan menyatakan kekalahan US dan kemenangan Iran, isi perjanjiannya imbang. Blablabla. Bodo amat. Dengan belagu dan sombongnya US dari dulu, mengklaim negara adidaya yang hobi perang supaya dapat income dari produksi senjata, kenyataan bahwa Iran tidak bisa ditundukkan dan malah ditantang dengan sikap yang sama-sama songong aja rasanya udah puas. Soal nasihat ulama jangan terlalu memuja dan membela, Iran melawan bukan karena pure membela Islam tapi juga karena ada unsur kepentingan. Apapun itu, selama US ada yang berani lawan, aku dukung. Sewajarnya. Hahaha..

 

Terus karena US-Iran ada rencana damai, tantrum lah si setan Isrewel yang rewelnya kaga kelar-kelar dari zaman kenabian. Ngerasa US nggak sayang dia lagi (idiiiih konteksnya kayak anak kesayangan yang mulai dicuekin. LOL). Ngambek dah tuh dengan nyerang Lebanon yang banyak pemerhati politik dunia bilang, kayak sodaranya Iran. Iran nggak terima sodaranya diserang Isrwl yang udah jelas-jelas selalu dibelain US, akhirnyaaa, terakhir yang kudengan rencana penandatanganan perjanjian US-Iran di Swiss BATAL. Iran memperingatkan US, kayak, kalau anak kesayangan lo itu ga anteng dan mundur dari Lebanon, perjanjian kita batal. Dan lo tau akibatnya. Nah, US yang tadinya udah dapat angin segar, selat Hormuz dibuka jadi kesel sama Iswrl karena berulah dan bikin perjanjian batal, jadi marahin Iswl, lu cicing, ini gua lagi urus perdamaian ama Iran lu ikut campur jadi batal. Perekonomian dalam negeri gua ketar-ketir gara-gara minyak mahal dan jalur distribusi perdagangan terganggu. Lo gabisa apa-apa tanpa dukungan US, negara lo juga ga bakal ada tanpa dukungan US selama ini, dunia udah tau sifat asli lo gimana, nggak ada negara di dunia yang support lu selain US, jadi jangan berulah (ini kata wakil presiden US, deh kalau nggak salah, kemarin nonton di berita).

Begitulah, kira-kira terjemahan bebasnya. Wkwkwkwk...

Nggak tau ya ini akan bawa efek buruk atau baik ke dunia secara keseluruhan. Tapi poinnya kayak menegaskan Iran ini lagi menujukkan US juga bisa dilawan. Mungkin itu, ya, hikmahnya, penghasil minyak terbesar dunia tuh rata-rata negara jazirah Arab, timteng, gitu-gitu, lah. Coba kalau negara-negara kafir Barat, beeuuhh, bisa makin diinjak-injak Islam. Eh, tapi US itu emang alami dan abadi ya rese nya. Dilawan sama Iran ini, kan mereka jadi tau ya, kekuatan militer Iran. Yang rudal balistik, senjata nuklir, dll. Nah, di pembahasan damainya ini katanya US memperingatkan Iran boleh punya senjata nuklir tapi sewajarnya, nggak boleh melebihi negara-negara lain. Demi stabilitas keamanan dunia. Mpret. Elu aja yang scare kalau bikin ulah langsung dinuklir sama Iran. Atau, minimal, ya dinacam. Hahaha... bawa-bawa stabilitas keamanan dunia. Eluuuuu yang bikin dunia kaga aman mulu.

Another things.

Dalam negeri, nih, best. Kan katanya negara kita lagi carut-marut juga, ya. Kata yang nggak seneeeeng. Kata yang seneng mah, fine-fine aja kali. Tuh, dari awal menjabat, kasus megakorupsi pada terbongkar. Siapa lagi presiden yang bisa membongkar kasus korupsi sebesar itu selain Pak Prabowo yang terhormat. Sejarah, loh, ini. Tentu dengan pendampingan seskab yang selalu ada di manapun berada. Mari kita appreaciate. Perampasan asetnya juga bisa kali disahkan. Udah ketauan korup, aset ga disita, korup ratusan triliun hukuman kurang dari tujuh tahun. Weeeee menang banyak.

Lagi, MBG. Program unggulan pemerintah saat ini. Sering dihujat, diminta stop. Katanya praktik korupsi terbuka. Mungkin yang protes nggak merasakan, sedihnya nggak bisa makan makanan bergizi. Aku pernah lihay vt, ya, Pak Prabowo ini kan tentara, pernah ngalamin di hutan belantara katanya kelaparan, lemah, nggak ada makanan, itu tersiksa, gaes. Jadi, Pak Prabowo ini mengutamakan penting banget makanan bergizi ini untuk menigkatkan kualitas gizi, terutama anak-anak Indonesia. Supaya kalau sekolah itu supplai gizinya bagus, belajar jadi fokus, maksimal menyerap pelajaran dan ilmu yang diberikan oleh guru-guru di sekolah. Pak Prabowo ini visioner, beliau mengutamakan generasi mendatang supaya kualitasnya lebih bagus.

Pernah ramai juga, kan, siswa-siswa, anak SMA ditanya pengetahuan umum, diminta menyebutkan salah satu negara Eropa dijawab, apa? Cianjur? Apa mana gitu, nama kota di daerah Jawa Barat. Terus ada juga siswa diminta mengerjakan soal matematika dasar, nggak bisa. Nah, Pak Prabowo tuh nggak mau generasi selanjutnya sampai ada yang kayak gitu lagi. Jadi, demi Indonesia Emas, dibuatlah program MBG ini supaya gizi anak-anak Indonesia tercukupi, belajarnya pada pinter, lulusannya juga nanti kan bagus-bagus. Kalau ada kasus-kasus atau berita negatif, mah, yaaa, oknum. Namanya juga program baru, ada penyesuaian, adaptasi, gitu-gitu. Guru-guru nggak seneng emang kalau muridnya pada pinter-pinter? Akn tujuannya jadi guru mencerdaskan bangsa. Udah dibantu, tuh sama Pak Prabowo. Guru yang ngajar, asupan gizinya disupport pemerintah. Maa syaa Allah, generasi Emas banget ini mah ke depannya.

Aku juga paham, kok, buat teman-teman guru dan nakes. Kebetulan kan aku pernah sekolah nakes, banyak teman-temanku di nakes, walaupun akhirnya malah jadi guru, dan sekarang lagi off, yaa sedikit banyak paham lah keresahan kalian. APBN pendidikan dan kesehatan dipangkas demi MBG ini, kan, itu, kan yang bikin nggak suka sama program MBG ini?

Ikhlaskan, teman-teman. Pemerintahan sekarang sedang berusaha memperbaiki generasi yang katanya sempat merosot kualitasnya, supaya jauh lebih baik selanjutnya. Jadi, terimalah bahwa pendidikan dan kesehatan bukan prioritas saat ini. Mungkin kita-kita yang di bidang pendidikan ini diminta sedikiiiitttt lagi lebih sabaaaaarrrrr mendapatkan kehidupan yang sejahtera. Kan sebenarnya udah dibilangin, pingin kaya jangan jadi guru. Ngeyel, sih padaan.

Terus, ya, yang teriak-teriak nagih, mana 19jt lapangan pekerjaan? Lah, klean yang update berita MBG ga sadar kah? Itu SPPG, RELAWAN BERGAJI MBG, karyawan-karyawan dapur, dll, itu lapangan pekerjaan gaessss. Yaa, aku juga baru ngeh, sih. Hehe.. diingatkan teman.

Guru-guru honorer yang sudah puluhan tahun mengabdi, ikhlaskanlah, panjangin lagi sabarnya. Mengalah dulu demi fresh graduate yang banyak diangkat jadi RELAWAN BERGAJI MBG ini. Kasian orang tua yang nyekolahin anaknya tapi lama dapat pekerjaan. Dari dulu juga keluhannya apa? Lapangan pekerjaan di Indonesia itu persyaratannya “berpengalaman min x tahun” atuh yang fresh graduate susah mau cari pengalaman. Gimana mau dapat pengalaman kalau setiap lapangan pekerjaan mintanya yang berpengalaman kan?

Guru-guru di pedalaman, kemarin, tuh aku juga nemu berita ada guru di NTT apa ya, jalan berapa KM gitu buat ngajar setiap hari. 8KM kalau ga salah. Mana medannya terjal, belok kalau kata bolang generasi 90an mah. Ada yang ngetag ke eiger, katanya percuma tag pemerintah, mending langsung ke brandnya. Eh sama eiger direspon dong. Dikontak, ditawarin butuh apa. Netizen bilang kasih tuh sepatu/sepatu sendal eiger buat naklukin jalur ke medan ngajarnya, supaya kakinya lebih nyaman jalannya. Kan produk eiger bagus-bagus kualitasnya. Pada ngajakin juga, yuk rame-rame beli produknya eiger, merk lokal loh itu, kualitasnya nggak kalah sama brand-brand inter, supaya eigernya juga semangat kasih-kasih bantuan ke rakyat jelata yang membutuhkan. Soalnya sama pemerintah ga diperhatikan (kata netijeeeeeen, bukan kata aku. Hehe)

Terus apa, si Ibu, iya gurunya perempuan, loh. Jalan 8KM setiap hari buat ngajar. Mintanya bukan buat dirinya sendiri, tapi minta listrik buat sekolahnya, supaya murid-muridnya bisa belajar dengan baik, minta laptop kalau boleh, buat beberapa guru lainnya juga di sekolahnya, supaya media ngajarnya lebih baik buat murid-muridnya. Maa syaa Allah.

Nggak apa-apa ya buuuu, ikhlaskaaaan, nggak usah iri sama RELAWAN BERGAJI MBG, karyawan SPPG, dll, yang dibeliin motor sama kaos kaki, sama dasi juga, ya? Dari APBN negara. Dari pajak yang ibu bayar juga. Kan biar distribusi asupan perutnya cepat jadi murid-muridnya nggak kelamaan nahan lapar. Jadi belajarnya juga enak. Ibu kan guru, kan, pingin dong muridnya kenyang supaya belajarnya fokus.

Guru itu pahlawan tanpa tanda jasa. Ya bener, kan. Ga ada tandanya. Ga ditandain apa-apa. Ingat, lagu Hymne Guru?

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru. Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku. Semua baktimu akan kuukir didalam hatiku. Sebagai prasasti trima kasihku tuk pengabdianmuuuuuuuuuuuu. Engkau bagai pelita dalam kegelapan. Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan. Engkau patriot pahlawan bangsaaaaaaaaa. Tanpaaaa tanda jaaaaaasaaaaaaaa.

“Terpujilah” terpuji aja, diapresiasi? Yaaa wallahu a’lam.

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku. Ya dalam sanubari aja. Dalam hati.

Pernah dengar juga, dari orang Jakarta, nih, ya, katanya sekolah di Jakarta juga pernah ada program makan gratis gini. Sarapan kalau ga salah. Pas Gubernurnya, siapa gitu. Dan programnya berhasil. Mungkin ada yang tau? Belum lama, sih, katanya. Coba yang rajin, cari tau. Aku mah mager.

Kita jangan maki-maki pemerintah terus. Aku sih nggak maki-maki, ya, paling ngejokes tipis-tipis as my coping mecanism aja kemarin-kemarin suka gregetan sama kebijakan pemerintah. Hahaha.. Hampuraa.. Tapi ke depannya mau aku bawa have fun aja deh. Daripada misuh-misuh sama pemerintah, emang nggak capek? Nggak habisin energi? Dibawa asik ajaaa. Pemerintah aja asik-asik aja dikritik dijawab nyenyenye. Napa kita yang pusing. Kan mereka yang wakil rakyat, mereka yang cari solusi atas permasalahan negara. Rakyat jelata terima aja. Katanya biar pejabat ga makan gaji buta.

Nih, ya, buat yang demo-demo juga. Di Islam itu nggak boleh demo pemerintah. Doain. Kalau yang nggak setuju sama pemerintah, ngerasa pemerintah dzolim, mungkin doanya kurang kenceng. Tapi, tetep, demo pemerintah itu nggak boleh. Pemimpin itu, weh, pemimpin. Ulil amri. Kan kita masih diizinkan beribadah dengan bebas. Itu suatu privilege. Yang sudah belajar sunnah, jauhilah demo. kalau aku lihat, secara syariat, tanpa merasa lebih baik dari yang lain, teman-teman yang demo ini mungkin kan belum paham, bahwa demo pemerintah itu nggak boleh, nah, tapi, yang didemo itu juga kan mungkin, mungkin yaaa, belum sunnah juga. Jadi, ya memang sekufu, yang belum sunnah didemo sama yang sama-sama belum sunnah. Kan, katanya pemerintah itu cerminan rakyatnya. Benar, kan berarti.

Sok, nyunnah, lu, May.

Nggak papa, aku hanya menyampaikan dan berbagi apa yang sudah aku pelajari, sudah ada hadistnya, Islam itu berasal dari asing dan akan kembali ke asing.

Next. Soal apa lagi?

0 komentar: