Beberapa waktu lalu, kalau yang baca igs ku, aku menyadari kalau kegiatan Quran Journalingku bisa jadi kegiatan yang seru juga buat belajar bahasa Inggris lebih jauh lagi. Jujur sejak off ngajar, Englishku kayaknya agak nurun deh dan lesu gitu, loh. Exposurenya kurang. Jadi dengan belajarQuran in English itu kayak membangkitkan lagi (cailaah) semangat aku dalam belajar Quran and English. Jadi dobel manfaat ,kan. Maa syaa Allah. Terus kadang aku juga discuss sama tetanggaku tentang ilmu agama apa yang kita temuin. Dan ternyata belajar agama, tuh, seseru itu. Quran jurnaling tuh seseru itu!
Waktu IdulAdha
kemarin, banyak yang bahas (kalau di TLku, sih) lebih dalam tentang makna
IdulAdha ini. Nggak mainstream kayak yang sudah sering dibahas dan dijadikan
topik khutbah di Masjid. Mungkin ini ya
pentingnya anak muda belajar agama, supaya ilmu dan informsainya upgrade.
Kasian, loh kalau boomers aja yang harus update ilmu dan ngikutin perkembangan
genZi. Yang genzinya dong berani tampil, kasih informasi-informasi baru ke
generasi sebelumnya.
Kayak, misal,
kemarin aku nemu review ayat tentang perbedaan penyebutan antara Nabi Ismail
dan Nabi Ishaq dalam Al-Quran. Yang satu disebut cerdas, yang lainnya disebut
alim. Dan itu menyadarkanku bahwa Allah itu memang sudah merencanakan takdir
kehidupan kedua nabi itu beserta anak keturunannya hingga ke jalur nabi
Muhammad dan kaum Bani Israil. Pokoknya seru, deh.
Ps. Yang ini aku
lupa nama akunnya L
Dan ada lagi, soal
makna surat Al-Quraisy. Sejak aku mulai Quran Jurnaling beberapa tahun lalu,
aku masih bingung Al-Quraisy itu sebenarnya tentang apa? Aoakah hanya
pengenalan Suku Quraisy yang kita kenal sebagai suku asalnya keluarga
Rasulullah? Dan ternyata, maknanya lebih luas lagi, gaesss. Aku pernah baca,
kakek Raulullah itu, beserta keluarnya, cukup terpandang di kalangan suku
Quraisy. Kadaang aku mempertanyakan, katanya keluarga Rasulullah itu keluarga
yang dihormati, tapi kok, kesannya Rasulullah itu hidup susah, kekurangan,
banyak narasi Rasulullah harus menahan lapar, menambal pakaian, menggiling
gandum sendiri, pokoknya gitu-gitu, lah. Nah, bulan lalu aku menemukan
penjelasan yang lebih baik.
Surat Al-Quraisy
itu membahas suku Quraisy dengan keahliannya berdagang. Jadi, kalau kita
ingat sistem perdagangan dunia, ada
namanya jalur sutera, itu jalur perdagangan yang dibawa oleh pedagang-pedagang
Arab dan India. Mungkin aku juga belum terlalu paham, ya soal perdagangan ini.
Tapi yang kutangkap, seperti jalur perdagangan lewat laut, ada aja bahaya yang
ditemui selama perjalanan. Kalau di laut, misalnya, ya bajak laut gitu, kalau
di darat mungkin istilahnya penjarah yang suka merampok pedagang-pedagang yang
lewat, oleh akamsi, lah, mungkin istilahnya.


0 komentar:
Post a Comment