Bisa pas, ya, padahal sebelumnya nggak kepikiran, sih. But, maybe this thoughts might be a February Reflections.
Since January, I’ve been thinking and thought
how my live for the early 30th. The biggest concern is about my marriage.
Selama ini ngerasanya pernikahanku masih seumur jagung aja. Tapi ternyata,
pernikahan ini sudah melewati 5 tahun pertama yang kata orang-orang adalah fase
terberat. Selain menjadi istri, juga fase sebagai ibu yang sekarang aktifitas
hariannya sudah beda. Nggak cuma jadi IRT ngurus bayi tapi juga nambah antar
jemput, kegiatan wali murid, dll.
Katanya, jadi IRT itu hal yang paling rentan
mengalami kejenuhan dan stres karena kegiatannya yang monoton dan lingkup
ruangnya sempit. Istilahnya, kalau yang kerja kantoran sehari-harinya masih
bisa haha hihi di luar, ketemu orang langsung entah itu teman kerja atau klien,
tapi IRT lingkupnya itu lagi-itu lagi. Jujur, aku juga sempat stres karena
setiap hari yang diliat tu ya tembok rumah aja. Interaksi paling banyak sama
anak, jarang juga ngobrol sama sesama mommy di luar. Di rumah ya paling baca
buku atau ngerjain hobi lain, tapi ya gitu, di rumah. Itu intinya. Makanya aku
suka kesal kalau PakSu ngeledek aku hobinya main, jalan-jalan, ngemoll. Ya tiap
hari yang diadepin tembok mulu. Sebulan sekali healing mah bare minimum sih
buat aku. Nggk yang jauh dan mahal juga, sih, yang penting mah keluar aja.
Nggak harus yang staycation dll.
Udah lah aku extra extrovert. Kalau
walmur-walmur ada yang misalnya habis antar terus nongkrong di cafe, dll. Aku
juga nggak terlalu suka. Karena hobiku di rumah lebih asik, Cuma kadang
pinginnya ngerjain hobi tuh bisa di luar juga. Makanya tahun lalu aku mulai
sedikit-sedikit ikutan event buku atau datang kajian offline.
Ada banyak hal yang aku pelajari juga. Di
rumah, aku nggak terlalu sering streaming kajian juga. Kalau yg temanya menarik
atau relate aja. Kalau ada postingan agama yang menarik, aku cari tau lebih
dalam, write my thought and sometimes share it to others. Kadang ada yang
memancing diskusi. It really fine and fun, tapi aku menghindari perdebatan.
There are vivid line between discussion and debate.
Bahasan yang bisa dihighlight dari 2025
sampai awal 2026 ini related to ain, oversharing, and tahadduts bin ni’mah. Terkait
dengan hal apa saja, anak, keluarga, rumah tangga, pergaulan, dll.


0 komentar:
Post a Comment