Sunday, March 8, 2026

Kisah Cinta Sempurna Manusia Jika Melibatkan Allah di Dalamnya

Khadija manusia pertama yang percaya ajaran Rasulullah. Ia menjadi penyupport Rasulullah selama di Gua Hira. Berjalan berkilo meter mengantarkan makanan dan perbekalan. Ketika Rasulullah takut sampai menggigil ketika didatangi Jibril, Khadija menjadi tujuan pertama Rasulullah bercerita. Saat Islam sudah diterima, kemenangan sudah banyak dirasa, di tengah suka cita, Rasulullah justru pergi menyendiri mengunjungi makam Khadija. Mengenang perjuangan istri yang dicintainya.

Fatima dan Ali dikatakan cinta mereka suci bahkan iblis pun tak mengetahui. Cinta mereka sempurna. Jauh dari cela. Ali mencintai Fatima bukan karena beliau anak kesayangan Rasulullah. Ali yang dikenal kuat mengangkat gerbang besi, tetapi mengangkat jenazah istrinya ia tak kuat seorang diri.

Wanita-wanita itu berhubungan langsung dengan Rasulullah. Menjadi wanita-wanita pemimpin surga (selain di antaranya Maryam dan Asiyah)

Belajar sirah nabawiyah, kamu akan mengerti bahwa cinta sejati sampai surga itu ada dan nyata. Bahkan lebih indah dan abadi dibanding kisah Princess Disney.

Lagipula, coba kita analisa. Romeo Juliet, Hamlet, atau cerita² dongeng Disney. Yang selama ini diframing romantis, padahal tragis. Romeo Juliet terpisah maut karena bunuh diri. Sudah tak dapat cinta dunia, masuk pula mereka ke neraka. Hamlet juga tak jauh beda. Sementara kisah cinta para Prince dan Princess Disney ternyata mereka juga cerita nestapa. Mermaid berakhir menjadi buih lautan karena pangerannya tergoda wanita lain. Sleeping beauty ternyata diperk*sa dan tetap ditinggal di hutan belantara, Cinderella menyiksa ibunya dengan sepatu berbara api setelah menikah dengan pangeran dan menjadi puteri. Dari kisah² itu, sudahlah bualan belaka, tragis pula.

Memang cinta muslim dan muslimah adalah yang paling sempurna. Tentu saja, jika kita selalu melibatkan Allah di dalamnya πŸ«ΆπŸ’•

0 komentar: