Thursday, February 5, 2026

Contemplating

Hari ini, tepatnya pagi ini, sepulang mengantar si Ujang sekolah, naik sepeda, tiba-tiba aku teringat untuk murojaah surat Al - Waqiah. Awal bulan ini aku memang meniatkan untuk menghafal surat tersebut. Selain karena keistimewaannya yang katanya membuka pintu rezeki (jika dibaca setiap hari di pagi hari, wallahu a'lam, aku belum cari dalilnya), menurutku, surat Al-Waqi'ah itu memiliki rima yang indah, aku yang suka dengan puisi merasa rima Al-Waqiah itu puitis, terlepas dari arti suratnya yang tentang hari kiamat, dan fakta ini mengingatkanku bahwa,

betapa menyeramkannya penggambaran kiamat, Allah menggunakan rima yang indah untuk surat Al Waqi-ah.

bagiku, seakan Allah ingin mengatakan bahwa kiamat itu nyata akan kedatangannya, bentuk dan penggambarannya yang menakutkan dan menyeramkan, tetapi dengan bahasa yang indah dengan cara yang paling lembut, sebagai peringatan bagi hamba yang Ia sayangi. Lihat dan rasakan lah dengan hati, bahkan untuk menjelaskan hal yang menakutkan saja Allah gunakan bahasa yang paling baik, indah, puitis.

Di tengah perjalanan, aku merasa terharu. Hati ini, bisa ingat untuk memurojaah surat yang ingin dihafal, mulut, lidah, lisan ini dimudahkan untuk memurajaah ayat-ayat Al-Qur'an. Dan Alhamdulillah, otak ini, Allah karuniakan mudah dalam mengingat tapi tentu bisa saja mudah lupa jika jarang murojaah. Jadi, karena pertimbangan itulah, aku, In syaa Allah akan sering-sering memurajaah hafalanku. Mohon bantu do'anya teman-teman.

Dan yang membuatku terharu adalah bagaimana Allah mengarahkan hati ini untuk melakukan itu semua, dan Alhamdulillah Allah mudahkan. Setiap kali aku membahas hal seperti ini, aku selalu bilang, jangan lihat "aku" nya, tapi lihat bagaimana Allah mengarahkan hidupku.

Manusia akan meninggal sesuai kebiasaannya. 

Dan sebagai manusia yang tidak mungkin tidak memiliki dosa, aku ingin meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Dan selain salat, aku rasa, membaca Al-Quran atau hal-hal yang berhubungan dengan Quran, baik itu murajaah, tadabbur (Quran Journaling), atau menghafal, adalah kebiasaan yang indah. Jujur saja, jika bukan saat salat, aku ingin Allah wafatkan aku dalam keadaan bersama Al-Qur'an. Karena bisa dekat dengan Al-Quran adalah keistimewaan tersendiri.

Jika salat Allah wajibkan tapi tidak dengan membaca Qur'an. Maka orang yang bisa dengan ikhlas dan sukarela mempelajari Al-Qur'an adalah sebuah privilege yang Allah berikan dan aku sangat bersyukur akan itu.

Wallahu a'lam bhissowaab..

0 komentar: