Monday, June 29, 2026

Our Country's Priority

Dalam negeri, nih, best. Kan katanya negara kita lagi carut-marut juga, ya. Kata yang nggak seneeeeng. Kata yang seneng mah, fine-fine aja kali. Tuh, dari awal menjabat, kasus megakorupsi pada terbongkar. Siapa lagi presiden yang bisa membongkar kasus korupsi sebesar itu selain Pak Prabowo yang terhormat. Sejarah, loh, ini. Tentu dengan pendampingan seskab yang selalu ada di manapun berada. Mari kita appreaciate. Perampasan asetnya juga bisa kali disahkan. Udah ketauan korup, aset ga disita, korup ratusan triliun hukuman kurang dari tujuh tahun. Weeeee menang banyak.

Lagi, MBG. Program unggulan pemerintah saat ini. Sering dihujat, diminta stop. Katanya praktik korupsi terbuka. Mungkin yang protes nggak merasakan, sedihnya nggak bisa makan makanan bergizi. Aku pernah lihay vt, ya, Pak Prabowo ini kan tentara, pernah ngalamin di hutan belantara katanya kelaparan, lemah, nggak ada makanan, itu tersiksa, gaes. Jadi, Pak Prabowo ini mengutamakan penting banget makanan bergizi ini untuk menigkatkan kualitas gizi, terutama anak-anak Indonesia. Supaya kalau sekolah itu supplai gizinya bagus, belajar jadi fokus, maksimal menyerap pelajaran dan ilmu yang diberikan oleh guru-guru di sekolah. Pak Prabowo ini visioner, beliau mengutamakan generasi mendatang supaya kualitasnya lebih bagus.

Pernah ramai juga, kan, siswa-siswa, anak SMA ditanya pengetahuan umum, diminta menyebutkan salah satu negara Eropa dijawab, apa? Cianjur? Apa mana gitu, nama kota di daerah Jawa Barat. Terus ada juga siswa diminta mengerjakan soal matematika dasar, nggak bisa. Nah, Pak Prabowo tuh nggak mau generasi selanjutnya sampai ada yang kayak gitu lagi. Jadi, demi Indonesia Emas, dibuatlah program MBG ini supaya gizi anak-anak Indonesia tercukupi, belajarnya pada pinter, lulusannya juga nanti kan bagus-bagus. Kalau ada kasus-kasus atau berita negatif, mah, yaaa, oknum. Namanya juga program baru, ada penyesuaian, adaptasi, gitu-gitu. Guru-guru nggak seneng emang kalau muridnya pada pinter-pinter? Kan tujuannya jadi guru mencerdaskan bangsa. Udah dibantu, tuh sama Pak Prabowo. Guru yang ngajar, asupan gizinya disupport pemerintah. Maa syaa Allah, generasi Emas banget ini mah ke depannya.

Aku juga paham, kok, buat teman-teman guru dan nakes. Kebetulan kan aku pernah sekolah nakes, banyak teman-temanku di nakes, walaupun akhirnya malah jadi guru, dan sekarang lagi off, yaa sedikit banyak paham lah keresahan kalian. APBN pendidikan dan kesehatan dipangkas demi MBG ini, kan, itu, kan yang bikin nggak suka sama program MBG ini?

Ikhlaskan, teman-teman. Pemerintahan sekarang sedang berusaha memperbaiki generasi yang katanya sempat merosot kualitasnya, supaya jauh lebih baik selanjutnya. Jadi, terimalah bahwa pendidikan dan kesehatan bukan prioritas saat ini. Mungkin kita-kita yang di bidang pendidikan ini diminta sedikiiiitttt lagi lebih sabaaaaarrrrr mendapatkan kehidupan yang sejahtera. Kan sebenarnya udah dibilangin, pingin kaya jangan jadi guru. Ngeyel, sih padaan.

Terus, ya, yang teriak-teriak nagih, mana 19jt lapangan pekerjaan? Lah, klean yang update berita MBG ga sadar kah? Itu SPPG, RELAWAN BERGAJI MBG, karyawan-karyawan dapur, dll, itu lapangan pekerjaan gaessss. Yaa, aku juga baru ngeh, sih. Hehe.. diingatkan teman.

Guru-guru honorer yang sudah puluhan tahun mengabdi, ikhlaskanlah, panjangin lagi sabarnya. Mengalah dulu demi fresh graduate yang banyak diangkat jadi RELAWAN BERGAJI MBG ini. Kasian orang tua yang nyekolahin anaknya tapi lama dapat pekerjaan. Dari dulu juga keluhannya apa? Lapangan pekerjaan di Indonesia itu persyaratannya “berpengalaman min x tahun” atuh yang fresh graduate susah mau cari pengalaman. Gimana mau dapat pengalaman kalau setiap lapangan pekerjaan mintanya yang berpengalaman kan?

Guru-guru di pedalaman, kemarin, tuh aku juga nemu berita ada guru di NTT apa ya, jalan berapa KM gitu buat ngajar setiap hari. 8KM kalau ga salah. Mana medannya terjal, belok kalau kata bolang generasi 90an mah. Ada yang ngetag ke eiger, katanya percuma tag pemerintah, mending langsung ke brandnya. Eh sama eiger direspon dong. Dikontak, ditawarin butuh apa. Netizen bilang kasih tuh sepatu/sepatu sendal eiger buat naklukin jalur ke medan ngajarnya, supaya kakinya lebih nyaman jalannya. Kan produk eiger bagus-bagus kualitasnya. Pada ngajakin juga, yuk rame-rame beli produknya eiger, merk lokal loh itu, kualitasnya nggak kalah sama brand-brand inter, supaya eigernya juga semangat kasih-kasih bantuan ke rakyat jelata yang membutuhkan. Soalnya sama pemerintah ga diperhatikan (kata netijeeeeeen, bukan kata aku. Hehe)

Terus apa, si Ibu, iya gurunya perempuan, loh. Jalan 8KM setiap hari buat ngajar. Mintanya bukan buat dirinya sendiri, tapi minta listrik buat sekolahnya, supaya murid-muridnya bisa belajar dengan baik, minta laptop kalau boleh, buat beberapa guru lainnya juga di sekolahnya, supaya media ngajarnya lebih baik buat murid-muridnya. Maa syaa Allah.

Nggak apa-apa ya buuuu, ikhlaskaaaan, nggak usah iri sama RELAWAN BERGAJI MBG, karyawan SPPG, dll, yang dibeliin motor sama kaos kaki, sama dasi juga, ya? Dari APBN negara. Dari pajak yang ibu bayar juga. Kan biar distribusi asupan perutnya cepat jadi murid-muridnya nggak kelamaan nahan lapar. Jadi belajarnya juga enak. Ibu kan guru, kan, pingin dong muridnya kenyang supaya belajarnya fokus.

Guru itu pahlawan tanpa tanda jasa. Ya bener, kan. Ga ada tandanya. Ga ditandain apa-apa. Ingat, lagu Hymne Guru?

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru. Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku. Semua baktimu akan kuukir didalam hatiku. Sebagai prasasti trima kasihku tuk pengabdianmuuuuuuuuuuuu. Engkau bagai pelita dalam kegelapan. Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan. Engkau patriot pahlawan bangsaaaaaaaaa. Tanpaaaa tanda jaaaaaasaaaaaaaa.

“Terpujilah” terpuji aja, diapresiasi? Yaaa wallahu a’lam.

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku. Ya dalam sanubari aja. Dalam hati.

Pernah dengar juga, dari orang Jakarta, nih, ya, katanya sekolah di Jakarta juga pernah ada program makan gratis gini. Sarapan kalau ga salah. Pas Gubernurnya, siapa gitu. Dan programnya dianggap berhasil karena memberdayakan kantin sekolah, kalau nggak salah ingat yaa beritanya. Mungkin ada yang tau? Belum lama, sih, katanya. Coba yang rajin, cari tau. Aku mah mageran anaknya. Hehe..

Kita jangan maki-maki pemerintah terus. Aku sih nggak maki-maki, ya, paling ngejokes tipis-tipis as my coping mecanism aja kemarin-kemarin suka gregetan sama kebijakan pemerintah. Hahaha.. Hampuraa.. Tapi ke depannya mau aku bawa have fun aja deh. Daripada misuh-misuh sama pemerintah, emang nggak capek? Nggak habisin energi? Dibawa asik ajaaa. Pemerintah aja asik-asik aja dikritik dijawab nyenyenye. Napa kita yang pusing. Kan mereka yang wakil rakyat, mereka yang cari solusi atas permasalahan negara. Rakyat jelata terima aja. Katanya biar pejabat ga makan gaji buta.

Nih, ya, buat yang demo-demo juga. Di Islam itu nggak boleh demo pemerintah. Doain. Kalau yang nggak setuju sama pemerintah, ngerasa pemerintah dzolim, mungkin doanya kurang kenceng. Tapi, tetep, demo pemerintah itu nggak boleh. Pemimpin itu, weh, pemimpin. Ulil amri. Kan kita masih diizinkan beribadah dengan bebas. Itu suatu privilege. Yang sudah belajar sunnah, jauhilah demo. kalau aku lihat, secara syariat, tanpa merasa lebih baik dari yang lain, teman-teman yang demo ini mungkin kan belum paham, bahwa demo pemerintah itu nggak boleh, nah, tapi, yang didemo itu juga kan mungkin, mungkin yaaa, belum sunnah juga, soalnya setauku sih kalau paham sunnah, di gedung pemerintah ga ada pesta-pesta joged-joged gitu. Musik itu empat mazhab sudah mengharamkan, gaes, meskipun setelah aku baca lagi, bagi yang menghalalkan pun tidak sampai membuat murtad atau kafir. Asatidz yang paham sunnah juga nggak ada yang karaoke-karaoke gitu, gaes.  Jadi, ya memang sekufu, yang belum sunnah didemo sama yang sama-sama belum sunnah. Kan, katanya pemerintah itu cerminan rakyatnya. Benar, kan berarti. Maa syaa Allah. Maha Benar Allah

Sok, nyunnah, lu, May.

Nggak papa, aku hanya menyampaikan dan berbagi apa yang sudah aku pelajari, sudah ada hadistnya, Islam itu berasal dari asing dan akan kembali ke asing.

0 komentar: