Showing posts with label Book Review. Show all posts
Showing posts with label Book Review. Show all posts

Saturday, October 11, 2025

Review Buku "A Thousands Splendid Sun" karya Khaled Hosseini



Kalau ada yang mau baca bukunya Khaled Hosseini, aku merekomendasikan teman-teman baca The Kite Runner dulu baru baca A Thousand Splendid Suns. Karena banyak hal yang sudah di jelaskan di The Kite Runner, disini cuma di mention tanpa keterangan. Bisa dikatakan, A Thousand Splendid Suns adalah spin off nya The Kite Runner. Kalau The Kite Runner tokoh utamanya laki-laki, disini tokoh utamanya perempuan.

Disini kita akan melihat, bahkan untuk melarikan diri dari peperangan, laki-laki lebih punya privilege daripada perempuan. Seperti halnya Maryam dan Laila. Tinggal mereka sekarat, kaburpun mereka tak mampu.

Tapi aku seneng, Maryam dan Laila saling menemukan. Maryam mendapatkan cinta tanpa pamrih yang tak pernah ia rasakan. Dan Laila mendapatkan bahu tempat bersandar, pengganti kasih ibu yang tak pernah ia dapatkan.

Maa syaa Allah,, keren reviewnyaaa.. Mba @HestiSelfiana Jazakillahu khayr
---
Buku-buku Khaled Hosseini dapat dibaca secara terpisah karena memiliki cerita dan karakter yang berbeda, meskipun sama-sama berlatar di Afghanistan. Rekomendasi membaca The Kite Runner terlebih dahulu didasarkan pada pandangan bahwa beberapa konteks di A Thousand Splendid Suns akan lebih mudah dipahami jika pembaca sudah mengetahui latar belakangnya dari novel pertama. Ada pendapat bahwa A Thousand Splendid Suns bisa dianggap sebagai "spin-off" karena ceritanya berfokus pada karakter perempuan, yaitu Maryam dan Laila, dan menyoroti perbedaan hak istimewa antara laki-laki dan perempuan dalam kondisi perang, 

Perbandingan antara The Kite Runner dan A Thousand Splendid Suns

The Kite Runner
: Berfokus pada persahabatan antara Amir dan Hassan, tokoh utamanya adalah laki-laki, dan latarnya di Afghanistan saat terjadi perubahan politik hingga perang dengan Uni Soviet. 

A Thousand Splendid Suns
: Berlatar dari tahun 1960 hingga 2003, dengan fokus pada kehidupan dua perempuan, Maryam dan Laila, dan menyoroti perjuangan mereka di bawah pemerintahan yang berbeda. Novel ini menekankan isu-isu yang dihadapi perempuan, termasuk keterbatasan mereka untuk melarikan diri dari situasi sulit. 

Monday, September 22, 2025

Books and Review Papermoonpages Library

Psychology of Money

Grounded

The things you can see only when you slowdown

Museum teman baik

Mansfield Park

The prophetic wisdom

Seorang pria yang melalui duka dengan mencuci piring

Love for imperfect things

On palestine

Sea prayer & kite runner

Usus yg menakjubkan

Deal with your budget

Keajaiban toko kelontong namiya

Life on the refrigerator door

Home sweet loan

Aku bukannya menyerah hanya sedang lelah

Midnight library

How to stop time

Khadijah Fatimah

A Thousands Splendid Sun

The Sea Cloak

Hal-hal yang Belum Kita Terima Saat Kita Dewasa

Sunday, September 24, 2023

Keajaiban Toko Kelontong Namiya




Keajaiban Toko Kelontong Namiya berkisah tentang sebuah toko kelontong di mana pemiliknya akan memberikan nasihat untuk permasalahan hidupmu. 

Bermula dari bercandaan dengan anak-anak sekitar yang bertanya tentang hal-hal absurd kemudian dipajang di depan toko dengan jawaban yang absurd pula, ternyata justru menarik orang dewasa untuk ikut mengonsultasikan masalah hidup mereka yang lebih serius.

Terdiri hanya dari 5 bab dan tiap bab dibagi lagi menjadi bagian kecil cerita. Aku kira setiap tokoh akan berdiri dengan masing-masing ceritanya, namun memasuki pertengahan mulai terlihat benang merah antar kisah hingga akhirnya terungkap apa yang menghubungkan mereka semua. Aku kagum dengan penulis yang bisa menghubungkan detil cerita antar tokoh. Aku juga salut dengan penggambaran permasalahan tiap tokoh dengan rinci seolah mereka benar-benar merasakannya. Aku kira setiap tokoh juga akan mengikuti saran Kakek Namiya tapi ternyata tidak, dan kisah akhir tokoh tsb cukup membuatku gusar. 

Dari beberapa cerita yang ada, yang paling berkesan buatku adalah Musisi Toko Ikan, Anak Perempuan Green River dan Paul Lennon-san. 

Secara keseluruhan kisah ini begitu menghangatkan. Menasihati tanpa menggurui. Menilai tanpa menghakimi. Kakek Namiya begitu bijaksana memikirkan jawaban yang akan diberikan. Mempertimbangkan keadaan dan perasaan yang dihadapi tokoh agar ia tidak semakin kebingungan. 

Tidak lupa juga 3 pencuri yang ikut andil dalam menjawab pertanyaan di tengah persembunyian. Meski mereka bisa dibilang dalam keadaan tertekan namun sisi kemanusiaan masih dapat ditunjukkan. Bahkan di akhir cerita, pengalaman mereka justru menjadi pemutar balik pemikiran tentang bagaimana hidup mereka akan dijalankan. 

Terima Kasih @bukugpu @fuksigpu untuk terjemahannya yang begitu nyaman dinikmati.

Monday, April 26, 2021

[Book Review] Convenience Store Woman - Gadis Minimarket by Sayaka Murata


Judul buku: Convenience Store Woman - Gadis Minimarket
Penulis: Sayaka Murata
Penerjemah: Ninuk Sulistyowati
Penyunting: Karina Anjani
Desain Sampul: Orkha
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan 3, Februari 2021
ISBN: 978-602-064-439-4
Tebal buku: 159 halaman
Diterjemahkan dari Konbini Ningen © 2016


𝐃𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐧𝐭𝐮𝐭 𝐊𝐞𝐢𝐤𝐨 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐧𝐨𝐫𝐦𝐚𝐥, 𝐰𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐢𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐭𝐚𝐡𝐮 "𝐧𝐨𝐫𝐦𝐚𝐥" 𝐢𝐭𝐮 𝐬𝐞𝐩𝐞𝐫𝐭𝐢 𝐚𝐩𝐚. 𝐍𝐚𝐦𝐮𝐧 𝐝𝐢 𝐦𝐢𝐧𝐢𝐦𝐚𝐫𝐤𝐞𝐭, 𝐊𝐞𝐢𝐤𝐨 𝐝𝐢𝐥𝐚𝐡𝐢𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐢𝐝𝐞𝐧𝐭𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐛𝐚𝐫𝐮 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 "𝐩𝐞𝐠𝐚𝐰𝐚𝐢 𝐦𝐢𝐧𝐢𝐦𝐚𝐫𝐤𝐞𝐭". 𝐊𝐢𝐧𝐢 𝐊𝐞𝐢𝐤𝐨 𝐭𝐞𝐫𝐚𝐧𝐜𝐚𝐦 𝐝𝐢𝐩𝐢𝐬𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐦𝐢𝐧𝐢𝐦𝐚𝐫𝐤𝐞𝐭 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚 𝐢𝐧𝐢...


Keiko begitu merasa dekat dengan minimarket hingga rasanya sudah mendarahdaging. Ia bekerja di minimarket dekat stasiun sejak toko itu pertama kali dibuka 18 tahun yang lalu. Sejak saat itu, ia merasa minimarket adalah hidupnya.


"𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘮; 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘯𝘫𝘶𝘬𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘬𝘶𝘭 09.30. 𝘚𝘦𝘣𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘫𝘢𝘮 𝘴𝘪𝘣𝘶𝘬 𝘱𝘢𝘨𝘪 𝘶𝘴𝘢𝘪, 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘦𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘵𝘰𝘬 𝘣𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘫𝘢𝘮 𝘴𝘪𝘣𝘶𝘬 𝘴𝘪𝘢𝘯𝘨. 𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘨𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘨, 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘬𝘦 𝘣𝘢𝘨𝘪𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘫𝘶𝘢𝘭𝘢𝘯, 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘵𝘢 𝘰𝘯𝘪𝘨𝘪𝘳𝘪" hlm 9


Setiap harinya ia bisa merasakan semua hal yang terjadi di minimarket. Suara derap langkah , makna ekspresi wajah hingga arti nada bicara pelanggan. Ia hafal jam sibuk, ramai dan sepi juga saat yang tepat untuk promosi. Ia begitu lihai menata rak, mana barang yang paling laku dan harus ditaruh di depan. Ia hafal kapan harus merapikan dan mengisi ulang barang yang sudah terjual. Ia merasa begitu normal berada di minimarket.




Tetapi tidak bagi orang-orang di sekitarnya. Keiko seorang wanita dewasa berusia 36 tahun, bekerja paruh waktu di minimarket dan belum menikah. Ia tidak normal. Begitu katanya.


Menurut masyarakat wanita dengan usia tersebut seharusnya sudah memiliki pekerjaan tetap, berkeluarga dan punya anak, tetapi Keiko bahkan tidak pernah mempertimbangkannya. Ia sudah begitu nyaman dengan kehidupannya sebagai gadis minimarket.


Hal yang disayangkan adalah Keiko tidak memiliki ambisi atau bahkan sekedar keinginan untuk memperbaiki kehidupannya. Bayangkan saja, ia hanya menjadi pekerja paruh waktu selama 18th tersebut padahal jika dilihat dari keahliannya ia bisa saja menjadi manajer. Pantas saja keluarga & orang terdekatnya khawatir ia tak memiliki masa depan. Aku juga heran kenapa dengan kinerja sebaik itu tidak ada atasan yang berusaha mempromosikan Keiko.




Membaca Kisah Keiko membuatku seperti benar-benar masuk ke minimarket dan dilayani pegawainya. Penulis begitu lihai menjabarkan keadaan dan SOP minimarket terhadap pelanggan; cara berbicara, tersenyum, menjawab pertanyaan dan merespon ungkapan pelanggan begitu detil dijabarkan. Bagaimana menawarkan barang yang mungkin akan menjadi tambahan pembelian di kasir atau menanyakan cara pembayaran yang diinginkan pelanggan.


Buku ini terbilang tipis, ceritanya padat, alurnya cepat, tidak bertele-tele. Aku suka jalan ceritanya. Yang kusuka juga bagaimana keluarganya tetap mendukungnya walaupun dengan keabnormalan Keiko. Orang tuanya menyarankan Keiko ikut sesi konseling, adiknya membantu mencari alasan yang logis agar Keiko tidak dianggap aneh diantara teman-temannya, semata-mata agar Keiko dapat lebih diterima di masyarakat.


Keiko sempat goyah untuk berusaha terlihat normal di masyarakat, berpura-pura menjalin hubungan dengan orang yang sama sekali tak disukainya, juga harus menyembunyikan banyak pemikiran pribadinya,  namun apakah Keiko akan terus menerus seperti itu atau melanjutkan hidup sebagai gadis minimarket?


Rating Goodreads: 3.72/5⭐
Rating Pribadi: 3.5/5⭐

Wednesday, May 16, 2018

Hadiah Spesial Ratu Cungpret


Informasi diadakannya giveaway oleh Ratu Cungpret

Tanggal 13 April kemarin ceritanya Ratu Cungpret @almirabastari mengadakan giveaway. Katanya, ada hadiah spesial yang sudah disiapkan buat para pendukung Cungpret yang mau Resign eh salah, yang mau nulis review! dengan komposisi foto yang menarik. Hehe...
Dan kayaknya Ratu Cungpret ini memang pengertian banget, postingan yang diikutsertakan nggak harus baru. Boleh postingan lama dan tinggal ditambahkan #BookstagramResign #CeritaResign jadilah saya sebagai kaum Cungpret pun ikutan dengan postingan lama yang pernah saya post beberapa bulan lalu.

Kebetulaaan banget, beberapa hari setelahnya saya lagi kehabisan kuota (maklum waktu itu mendekati akhir bulan) jadi saya nggak tahu kelanjutan kabarnya. Eeh, pas saya beli kuota, cek IG tahu-tahu ada notifikasi kalau saya menang! Jackpot banget yekan! Terus diminta DM alamat lengkap dan kontak yang bisa dihubungi ke Ratu Cungpret.

Ini postingan lama yang saya ikutsertakan dalam giveaway Ratu Cungpret untuk review novel Resign

Caption IG dari postingan lama tadi yang sudah diedit oleh tim Ratu Cungpret demi kepentingan giveaway Resign

Seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan (nggak deng, boong). Saya tungguin itu si Mas yang nganterin hadiah saya kok nggak datang-datang. Terus akhirnya saya beranikan diri DM lagi Ratu Cungpret buat nanya kok hadiah saya belum datang. Cuma saya aja atau memang yang lain juga? Ternyata, pas banget rencananya Ratu Cungpret mau kirim hadiahnya besok karena menunggu pemenang lain mengirimkan alamat lengkapnya - ada beberapa pemenang lain selain saya.

Eeeh berselang 1-2 hari setelah saya tanya itu, malamnya, sepulang saya kerja, ada paket dengan plastik warna merah yang menandakan paket prioritas sudah sampai dengan selamat.

Tadaaaaa... Jum'at malam sepulang kerja saya dapati ini di rumah

Ratu Cungpret ini selain baik hati juga suka bikin penasaran. Kita nggak dikasihtahu apa hadiahnya. Waktu saya buka, ternyata hadiahnya ini! Spesial banget! Lanyard Resign, e-money Resign dan voucher Gramedia senilai 50,000! Alhamdulillaah.

Ternyata inilah hadiah spesial dari Ratu Cungpret untuk para pendukung Cungpret yang sudah mereview Resign

Isinya ada lanyard Resign, e-money Resign dan voucher Gramedia senilai Rp. 50,000

Ini yang paling kusuka. e-money Resign!

Lanyard Resign ini mau dipakai buat apa ya? Kalau dipakai buat nametag kerja nanti dikira mau resign beneran sama Bos heheh..

Kususka ini jugaaaaa voucher belanja buku Gramedia senilai Rp. 50,000

Over all saya suka semua hadiahnya. Terima kasih Ratu Cungpret! Semoga proses pembuatan filmnya lancar dan laris manis di pasaran supaya masuk jajaran film Box Office